PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

Polres Pemalang Gelar Konferensi Pers Kasus Pembunuhan Wanita Cantik 

0 38

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

 

PATROLINEWS.COM Pemalang- Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan wanita cantik oleh suaminya sendiri, Kamis (22/09/2022).

Kapolres Pemalang Ari menyampaikan bahwa pelaku Sarofudin (23) berhasil diamankan pada hari Rabu 21 September 2022 kemarin yang membunuh istri sendiri dirumhanya Desa Tanahbaya, Kecamatan Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah.

- Advertisement -

Sarofudin (23) dengan membabi buta menusuk istrinya sendiri Dwi Aprilianingsih (22) hingga tewas, kini terancam hukuman 15 tahun penjara. Selain pasal pembunuhan tersangka juga dikenakan pasal berlapis UU KDRT dan KUHP, terang Kapolres kepada beberapa Media cetak, Online dan media elektronik lainnya.

“Akibat perbuatannya tersangka, kita kenakan Pasal 44 ayat 3 UU RI 23 Tahun 2004 (tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan Pasal 338 KUHP, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau Pasal 338 KUHP ancaman hukuman 15 tahun penjara,”Kembali kata Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo saat menggelar press Conference di gedung Media Center Wicaksana Laghawa Mapolres Pemalang, Kamis (22/9/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa tersangka nekat menghabisi nyawa istrinya Dwi Aprilianingsi (22) di kamar rumahnya, Desa Tanahbaya, Kecamatan Randudongkal. Aksi nekat tersangka dipicu korban pagi itu tergesa – gesa meminta diantar pulang ke kampung sebelah Desa Lodaya rumah orang tuanya dengan alasan akan melakukan live streaming.

Karena habis kesabaranya tersangka pun merasa kesal lantaran korban selalu mengabaikan perasaan tersangka, terus menerus pegang handphonnya bermain live streaming. Hingga korban disebut selalu melakukan live streaming sampai durasi empat jam setiap harinya.

“Pagi itu, warga pun sempat mengetahui ada keributan antara keduanya,”tapi bingung karena tiba-tiba terdiam.
Dan pagi itu juga para tetangga berniat untuk melihat situasi mengenai keributan tersebut. Akan tetapi keadaan sudah senyap dan rumah ternyata dalam kondisi terkunci dari dalam.

Warga pun merasa khawatir ada hal- hal yang tidak beres akhirnya salah satu mereka langsung melapor kepada pemerintahan desa dan diteruskan kepada pihak kepolisian. Selanjutnya dari laporan tersebut petugas desa datang ke lokasi bersama warga masuk dobrak pintu dan didapati korban sudah tergeletak dalam kondisi bersimbah darah warga sempat berusaha menolong namun korban menghembuskan nafas terakhir saat perjalanan menuju ke Rumah sakit.(Rae/ Abi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy