PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Gubsu:  Stagnasi Pariwisata Sumut Karena Biaya Pendaratan Pesawat Tinggi di Bandara Kualanamu

Ketua ASITA Sumut : Promosi Langsung ke Negara-Negara Lain

0 179

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Medan – Mengatasi stagnasi yang selama ini terjadi di pariwisata Sumatera Utara (Sumut), diibaratkan seperti mempersoalkan ayam dan telur, mana yang lebih dahulu ada. Satu diantaranya adalah tingginya biaya pendaratan pesawat (landing fee) asing di Kualanamu adalah yang termahal di Indonesia. Sehingga hal ini akan menjadi masukan untuk disampaikan kepada pihak Angkasa Pura.

Hal itu disampaikanGubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr HT Erry Nuradi usai menjamu makan malam para stakeholder dan pelaku pariwisata di Sumut, serta investor dari negara tetangga di Rumah Dinas Gubernur, Senin (9/4/2018) malam.

“Semua ini seperti ayam dan telur. Oleh karena itu kita harus duduk bersama. Kita harus majukan pariwisata ini dengan kemampuan masing-masing, saling bagi tugas. Termasuk juga para pendamping wisatawan (pelayanan),” jelas Erry.

- Advertisement -

Dari segi tempat, Erry menyebutkan Sumut tidak kalah dengan provinsi dan bahkan negara lain di dunia. Bahkan  dibawah kepemimpinannya, Pemprovsu sudah menyiapkan buku informasi 100 Destinasi Wisata di Sumut. Mulai dari museum (21 museum), pantai yang indah, cagar budaya dan sebagainya, yang perlu dikembangkan dan dipromosikan.

“Makanya tugas pemerintah mempromosikan, dan membangun infrastruktur. Beberapa jalan kita perbaiki. Seperti jalan lingkar Danau Toba dan beberapa tempat yang kita perbaiki,” ungkapnya.

Menurut Erry, turis mancanegara biasanya merencanakan liburan setahun sebelumnya dan melihat apa saja agenda wisata yang ada di negara-negara lain seperti Indoensia. Apalagi 33 kabupaten/kota melalui even hari jadi, ditambah lagi even lainnya bisa dilaksanakan secara terjadwal setiap tahun, bisa dikemas ke dalam kalender even.

“Ini adalah masa depan yang baik bagi Sumut. Tinggal bagaimana kita bekerja sama. Kita bisa promosi bersama, tidak perlu (selalu) bicara anggaran. Kita harus bergandengan tangan untuk itu,” sebut Gubsu,  yang juga sempat menyumbangkan suaranya di sela jamuan makan tersebut.

Dengan pertemuan tersebut, Erry pun menyambut baik, bahkan menekankan pentingnya pertemuan berkala, termasuk melibatkan instansi terkait seperti kementerian perhubungan, bea-cukai, imigrasi dan lainnya yang punya hubungan vertikal ke pemerintah pusat. Sehingga koordinasi menjadi titik penting dalam membangkitkan kembali gairah pariwisata di Sumut.

Sementara Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Wan Hidayati menyampaikan  telah menggabungkan semua usulan bersama agar anggaran pemerintah berbasis kebutuhan sesuai dengan kendala yang harus diselesaikan.

“Kami terus berupaya bagaimana bisa mencapai target satu juta kunjungan wisatawan ke Sumut hingga 2019,” sebutnya.

Sedangkan Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solahudin mengatakan terkait pengembangan pariwisata Sumut agar pemprovsu melakukan promosi langsung ke negara-negara lain, seperti mengikuti agenda pertemuan pariwisata. Dan upaya tersebut harus dilakukan terus menerus.

“Selanjutnya adalah peningkatan kualitas even. Perlu peningkatan konten dan kualitas. Kemudian kita juga butuh semacam souvernir center (pusat souvenir). Selain itu juga perlu ada open stage yang terus menerus,” katanya, sekaligus mengapresiasi perhatian besar Gubernur terhadap pengembangan pariwisata Sumut selama ini.

Dalam kegiatan itu, juga disampaikan rencana investor Malaysia membangun kapal wisata sekaligus berfungsi sebagi hotel dengan nuansa tradisional dan eksklusif. Kapal tersebut akan melayani perjalanan wisata di Danau Toba dalam rangka mengundang wisatawan mancanegara datang ke Sumut.

Turut hadir, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Bondaharo Siregar, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Amran Utheh serta berbagai asosiasi di bidang pariwisata di Sumut. (Nando)

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments
Loading...