PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Gelar Konferensi Studi Lokal, GMKI Diminta Bahas Berbagai Isu

0 55

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Medan – Sutrisno Pangaribuan berharap agar kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan sudah masuk dalam pembahasan lingkungan hidup, kemiskinan, korupsi, pembakaran hutan di Riau. Jadi bukan lagi pembahasan masalah radikalisme.

Demikian diungkap Sutrisno Pangaribuan yang merupakan mantan Anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 saat menjadi narasumber dalam Konferensi Studi Lokal Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Medan Tahun 2018 yang digelar di kantor GMKI Cabang Medan, Selasa (17/9/2019).

Turut hadir sebagai narasumber Pdt Saut H Sirait dan h. Akbrar M Dawud Faza MA dari perwakilan Nadhatul Ulama Provinsi Sumatera Utara.

- Advertisement -

Diskusi tersebut mengambil tema,”Pemuda Dalam Konteks Bernegara dan Transformasi Nilai Pancasila sebagai Penggerak Ideologi Bangsa”.

“Kalian sendiri sedang banyak ditunggu masyarakat untuk berkontribusi nyata. Oleh karena itu, mahasiswa harus tetap nentral untuk kepentingan masyarakat. Kedepannya harus sering melakukan kegiatan bersama dengan Nadathul Ulama seperti diskusi berbagai isu-isu seperti pemberantasan korupsi, dan sebagainya,” pungkasnya.

Lanjut Sutrisno, dengan kebersamaan dalam kegiatan itu maka otomatis praduga-praduga negatif masalah agama dapat dihilangkan.

Sutrisno Pangaribuan ST mengatakan, konflik agama merupakan hal yang paling mudah dilakukan untuk itu diperlukan kebersamaan.

“Kalau hanya sekali 2 tahun GMKI berjuma dengan NU maka sekat-sekat itu tetap ada,” katanya.

Sementara, H. Akbrar M Dawud Faza MA mengatakan dalam umat Islam bila tidak ada dalam hadits dan Alquran maka mereka menolak.

“Ada yang menyebut Pancasila itu bertentangan dengan agama.Dicari bagaimana pun Pancasila itu tidak ada dalam Alquran. Umat Islam itu tidak ada ditulis dalam Alquran karena umat Islam diharapkan lebih menonjolkan subtansinya,” ujarnya.

Nabi Muhammad tidak pernah mendirikan negara Islam di Arab. Bagi NU, hubungan antara negara dan Pancasila sudah final, tambahnya.

Akbrar menegaskan, seorang itu akan semakin moderat dan rukun bila menjalankan ajaran agamanya secara mendalam.

“Semakin dalam agama seseorang maka ia akan semakin moderat dan rukun dan baik dan sebaliknya,” tutupnya. (Pnc-1)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy