PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Terjebak Banjir, Sutrisno Pangaribuan : Pemko Medan tak Laksanakan Tugasnya

0 177

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Medan – Hujan yang mengguyur Kota Medan sekira 15 menit membuat air memenuhi jalanan alias banjir dan arus lalulintas menjadi macet. Menghindari rusak, para pejalan kaki yang menyeberang juga terpaksa membuka alas kakinya.

Kondisi banjir saat hujan turun memang sudah penyakit menahun, yang tak pernah tuntas diselesaikan Pemko Medan. Hingga jabatan, orang nomor satu itu akan berakhir pada tahun 2020.

Usai, menjadi pemateri dalam Konferensi Studi Lokal Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Medan di Jalan Gajah Medan pada Selasa (17/9/2019), Sutrisno Pangaribuan juga sempat berdialog dengan pejalan kaki ditengah guyuran hujan.

- Advertisement -

Apa yang dirasakan warga juga dirasakannya dan selalu dikritisi selama menjabat sebagai anggota DPRD Sumut.

“Sebenarnya sudah berulang kali sebagai Ketua Komisi D DPRD Sumut masalah banjir menjadi pokok pembahasan kita. Didalam rapat terungkap bahwa Pemko Medanlah yang tidak melaksanakan tugasnya,” ujarnya kepada wartawan

Ketidakmampuan itu ungkap Sutrisno dikarenakan Pemko Medan tidak melakukan normalisasi sungai karena Pemko Medan tidak dapat membuka akses untuk masuknya alat berat.

Calon Walikota Medan periode 2020-2024 itu menjelaskan, akibatnya Gubernur Sumatera Utara sampai turun tangan untuk normalisasi Sungai Badera walau dengan kekuatan TNI.

Oleh karena itu, lanjut mantan Ketua GMKI Kota Medan itu, untuk mengatasi masalah banjir bukanlah masalah yang sulit.

“Jadi kita membutuhkan sosok pemimpin Kota Medan yang mampu mengkonsolidasikan stakeholdernya mulai tingkat lingkungan sampai kecamatan. Masyarakat pinggir sungai harus diedukasi dan difasilitasi agar tidak membuang sampah ke Sungai dengan membuat tong-tong sampah. Selain itu sungai harus dapat menjadi sumber ekonomi masyarakat dengan difungsikan sebagai wisata air,” terangnya sembari menjaga debit air tetap mengalir disaat musim hujan dan musim kemarau.

Terkait rencana pembangunan Jalan Tol disepanjang aliran sungai di Kota Medan, Sutrisno juga mengatakan bahwa rencana itu keliru dan tidak dapat menjadi solusi mengatasi banjir Kota Medan.

“Seharusnya yang dibenahi itu juga, bagaimana agar air dari saluran tertier mengalir ke Sekunder lalu sampai ke saluran primer. Dan kemiringan saluran itu harus diperhatikan, karena sifat air selalu mengalir dari yang tinggi ke daerah rendah,” tutup mantan Ketua D DPRD Sumut ini. (Pnc-1)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy