PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Tragedi Berdarah Demo Aliansi Mahasiswa Bersatu se-Kota Medan di DPRD Sumut

Mahasiswa Mengaku Dipukuli Aparat Kepolisian

0 644

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Medan – Aksi demo ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersatu se-Kota Medan pada Kamis (20/9/2018) di depan Kantor DPRD Sumut yang semulanya damai akhirnya berujung ricuh. Sebanyak delapan (8) orang mahasiswa asal USU, UISU, UIN, dan UMN berdarah-darah hingga ada yang shock dan gemetaran.

Peristiwa itu bermula saat mahasiswa hendak meringsek masuk ke gedung DPRD Sumut, namun aksi mereka terhenti akibat pintu gerbang dirantai dan ditutup polisi. Akhirnya mahasiswa sepakat memaksa masuk dengan menggoyang-goyang pagar DPDRD Sumut agar roboh.

Tiba-tiba puluhan massa tandingan dari kalangan masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Cinta NKRI yang sebelumnya sudah turut berada di lokasi itu juga melempar mahasiswa dengan batu. Namun, tindakan itu tidak mendapat pencegahan ataupun larangan dari petugas kepolisian yang berjaga.

- Advertisement -

Aksi merobohkan pagar kini beralih kepada lemparan dan mahasiswa akhirnya berang dan membalas lemparan itu. Anehnya, pihak kepolisian malah menembakkan gas air mata kepada mahasiswa. Tak hanya disitu, petugas juga bersama massa Masyarakat Cinta NKRI mengejar mahasiswa.

Mahasiswa yang ditangkap petugas langsung dipukuli, ditendang dan dipijak saat sudah terjatuh di aspal. Akibatnya, beberapa orang mahasiswa mengalami kepala bocor dan wajah berdarah-darah. Mahasiswa yang terluka kemudian dikumpulkan petugas di halaman gedung DPRD Sumut.

“Sumpah saya sumpah saya tidak terima, ayah saya tentara, dengan namanya polisi saya tidak terima, bukan masyarakat yang memukuli saya. Sampai mati saya tidak izin dengan seragam bapak, saya di sekolahkan orangtua saya kemari bagus-bagus. Sampai mati saya tidak terima dengan seragam itu, ingat sumpah saya Pak,” ungkap Amirul, mahasiswa Universitas Muslim Nusantara Jurusan Farmasi ini.

Kendati sudah terluka dan darah terus mengucur, mahasiswa itu dibiarkan tanpa langsung diobati ataupun dibawa ke rumah sakit. Beruntung, salah seorang anggota DPRD Sumut Ust. Zulfikar datang melihat para mahasiswa dan kemudian membawa ke rumah sakit dengan menggunakan mobil DPRD Sumut. (Pnc-1)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy