PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Tak Jadi Direhab, Kalangan DPRD Sumut Minta Pemprov Peduli Mesjid Raya Barus

0 65

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

 

PATROLINEWS.COM, Medan – Kalangan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara meminta pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar perduli dengan kondisi bangunan Mesjid Raya Barus di Kabupaten Tapanuli Tengah yang sudah memprihatikan. Padahal, anggaran rehab Masjid Raya itu telah disetujui dalam KUA-PPAS Tahun 2018, tetapi dalam proses berjalan malah tidak ditampung.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut Jubel Tambunan dan Anggota Komisi E DPRD Sumut Juliski Simorangkir kepada wartawan, Senin (9/9/2019) saat ditanya terkait kelanjutan pembangunan Mesjid Raya Barus.

- Advertisement -

“Pembangunan Masjid Raya itu memiliki sejarah bagi masyarakat Tapteng dan Negera Indonesia. Apalagi, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo sudah mengunjungi Masjid itu dan telah menetapkan Barus sebagai pusat peradaban masuknya Islam Pertama di Indonesia. Dan Barus tidak lagi hanya milik daerah namun sudah milik Nasional,” tegas Jubel Tambunan.

Lanjut Ketua DPD Partai Nasdem Tobasa ini, apalagi Kecamatan Barus merupakan tempat datangnya kaum Muslim pertama di Sumatera Utara.

“Dapil 9 berharap ada perhatian khusus dari pemerintah Sumatera Utara dan harus lebih perduli terhadap rumah ibadah (Mesjid Raya Barus, red) selama ini yang sudah diresmikan oleh presiden. Kondisi Mesjid Agung itu saat ini sudah tidak layak dan Barus itu cocok untuk wisata religi dan bukan hanya untuk muslim disana tetapi sudah menjadi kepentingan Nasional,” harap politisi Nasdem ini yang masih terpilih sebagai anggota DPRD Sumut untuk periode 2019-2024.

Senada, Anggota Komisi E DPRD Sumut Juliski Simorangkir mengatakan Komisi E telah memperjuangkan usulan anggaran rehab Mesjid Raya Barus yang diusulkan Bupati Tapanuli Tengah.

“Anggaran rehab Mesjid Raya Barus sudah disetujui dalam KUA-PPAS tahun 2018, tetapi dalam proses berjalan tidak ditampung,” tukasnya.

Padahal, lanjut Ketua DPD PKPI Sumut ini bahwa Mesjid Raya Barus sangat penting dalam meningkatkan dan pengembangan pariwisata Sumatera Utara.

Oleh karenya, Juliski berharap pembangunan Mesjid Raya Barus dapat segera terealisasi, sebagau tujuan untuk mendukung kemajuan pariwisata Danau Toba.

“Mesjid Raya Barus itu merupakan nilai sejarah di Tapanuli, yang dapat dijadikan sebagai wisata religi. Selain itu, lokasinya juga tidak jauh dari Danau Toba, jadi dapat mendukung pengembangan wisata disana. Jadi, kalau tujuan kita memajukan wisata maka harus fokus ke yang lebih penting dan kita mengharapkan partisipasi pemerintah untuk membangun Mesjid Raya Barus. Padahal presiden sudah datang tetapi tidak ada tindak lanjut,” tandasnya.

Diketahui, Kota tua Barus yang terletak di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, merupakan pintu masuknya Islam di Indonesia. Di daerah ini terdapat banyak makam tokoh ulama dan auliya penyebar Islam pertama di Nusantara.

Diketahui, abad ke 7 Masehi, agama Islam telah ada di Barus, kota tua yang terletak di pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Barus menjadi pintu masuknya Islam di Indonesia, jauh lebih tua dari sejarah Wali Songo, penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14.

Literatur sejarah banyak menyebutkan bahwa agama Islam di Indonesia pertama kali hadir di Barus. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan makam tua di kompleks pemakaman Mahligai, Barus, pada abad ke-7. Di batu nisannya tertulis Syekh Rukunuddin wafat tahun 672 Masehi atau 48 Hijriyah, menguatkan adanya komunitas Muslim pada masa itu. (Pnc-1)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy