PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Ribuan Pedagang Tradisional di Kota Medan & Sekitarnya akan Bersatu Mengadu ke Jokowi

0 136

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Medan – Peliknya masalah pembenahan pedagang tradisional di Kota Medan membuat ribuan pedagang yang berasal dari 58 lokasi pasar tradisional di Kota Medan & sekitarnya bersatu untuk mengadukan nasibnya kepada Presiden Joko Widodo.

Demikian disampaikan Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan kepada wartawan, Jumat (25/01/2019) saat melakukan konsolidasi kepada para pedagang di Pasar Kampung Lalang, Medan.

Dijelaskan Sutrisno, alasannya melakukan konsolidasi para pedagang tradisional dari berbagai pasar di Kota Medan ini dikarenakan banyaknya pedagang yang mengeluh kepada dirinya.

- Advertisement -

“Pedagang dari berbagai lokasi banyak menyampaikan keluhannya, miris kita mendengar keluhan mereka, sehingga saya mengumpulkan semuanya agar langsung mengadu ke Bapak Presiden. Biar mereka mengadu langsung dan saya yang akan memfasilitasi pertemuan itu dengan Bapak Presiden,” ungkap Wakil Ketua F-PDI Perjuangan ini.

Selain itu, jelas mantan Ketua GMKI Kota Medan ini agar Presiden Jokowi mengetahui apa persoalan sesungguhnya dihadapi pedagang dan pengelola pasar tradisional di Medan.

“Karena hampir di seluruh tanah air pasar bermasalah. Betapa tidak sejalannya komitmen Presiden dengan kepala daerah soal pembenahan pasar. Jokowi ingin pasar tradisional itu menjadi pusat perdagangan, dan aspek sosialnya berjalan. Namun, faktanya, seperti yang kita lihat bersama program Presiden itu tidak berjalan, semua merasa dijolimi dan tidak mendapat perhatian pemerintah kota maupun kabupaten,” jelasnya.

Kunjungi Pedagang Pasar Marelan

Sementara, perwakilan pedagang Pasar Aksara Medan, Saut Turnip mengatakan mengapresiasi dan mendukung rencana Sutrisno Pangaribuan.

“Kita sangat setuju dengan rencana Abang Sutrisno karena kami sudah merasakan Bapak Presiden mengunjungi Pasar Aksara Medan dulu. Persoalan pedagang ini tidak ada yang selesai dan semakin runyam,” tukasnya.

Buktinya, ungkap Saut baru 2 (dua) hari rencana konsolidasi dilakukan, sudah ada 11 dari 58 pasar tradisional di Medan yang langsung setuju dengan rencana Sutrisno Pangaribuan.

“Dan setiap pedagang akan terus mengajak para pedagang lain. Target kita akan mengumpulkan minimal 5000 pedagang. Pedagang di sekitaran Kota Medan juga sudah menyetujuinya seperti pedagang dari Pasar Pancur Batu, Belawan, dan lainnya,” tukas Saut.

Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan saat melakukan konsoliasi dengan para pedagang Pasar Marelan, Kamis (24/01/2018).

Sebelumnya, Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan Sutrisno Pangaribuan juga melakukan konsolidasi kepada para pedagang Pasar Marelan Jl. Marelan Raya No.50 Medan pada Kamis (24/01/2019).

Salah seorang pedagang Pasar Marelan Raya mengatakan pembenahan pedagang Pasar Marelan sangat mengecewakan, dimana gedung pasar telah dibangun namun pemerintah Kota Medan masih juga memperbolehkan pedagang berjualan di Jalan Raya. Selain itu, fasilitas bangunan Pasar Marelan juga diduga asal dikerjakan. Pasalnya, diatas bangunan pasar Marelan, bila hujan turun maka air akan menggenang.

“Belum lagi pintu-pintunya juga tidak ada. Pembagian tempat pedagang juga dikuasai oknum-oknum P3TM dan PD Pasar yang kemudian disewa-sewakan kepada pedagang dari luar Marelan. Harga jualnya variatif, minimal 12 juta sampai 35 juta per meja untuk ukuran 2 meterx 0,5 meter. Parahnya, kita sudah kasih uang muka malah mejanya tidak kami dapat, padahal uang itu kami pinjam dari rentenir,” ungkap salah seorang pedang yang tidak ingin namanya dituliskan.

Dihadapan pedagang, Sutrisno Pangaribuan mengatakan Pasar salah satu kekuatan bangsa ini, sehingga berbagai upaya akan dilakukannya untuk memperkuat pasar tradisional.

“Ketika saya mengunjungi pedagang Pasar Aksara karena saya tidak ingin melihat rakyat menangis. Kalau seperti ini semua pasar di Medan, dipastikan pemerintahnya yang salah, pasti walikota. Kekuatan bangsa ini ada pada pasar. Jadi ini yang harus diluruskan, kenapa Walikota yang tidak becus membenahi pasar malah nanti rakyat menyalahkan Presiden Jokowi. Nanti masyarakat mengatakan kenapa masa Bapak Jokowi kehidupan ini menjadi susah,” katanya kepada awak media ini sewaktu melakukan konsolidasi kepada para pedagang Pasar Marelan,Kamis (24/01/2019).

“Jadi saya minta ada konsolidasi dengan seluruh pedagang yang penderitaannya sama. Kalau kalian setuju, agar menjadi perhatian Presiden, dan saya minta untuk turun ke Pasar Aksara kembali. Kepada harus disana, karena Pasar Aksara merupakan simbol rusaknya pasar di Kota Medan. Secara umum, pemerintah kota tidak ingin membenahi masalah ini secara transparan. Kedepannya kita mau seluruh pedagang solid, kalau pasar kita ini merasa seperti keluarga maka semua akan terbuka, sehingga pasar kita akan menjadi baik dan menular ke seluruh pasar di Sumatera Utara,” tegas politisi muda dari Partai PDI Perjuangan ini. (Pnc-1)

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...