PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara Solusi Kemajuan Tabagsel

0 204

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Tapsel – Kemenangan pasangan calon presiden bernomor urut 1, Joko Widodo – Mahruf Amin membawa berkah bagi wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang akan dimekarkan menjadi Provinsi Sumatera Tenggara.

“Sesuai dengan komitmen awal kami, Paslon 01 menang, maka Provinsi Sumatera Tenggara akan terwujud. Kami meyakini bahwa langkah ini akan mempercepat pembangunan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan,” ungkap Juru Bicara TKD Joko Widodo Ma’ruf Amin Provinsi Sumatera Utara Sutrisno Pangaribuan, ST kepada Patrolinews.com, Rabu (25/4/2019).

Alasan pemekaran itu, jelas Sutrisno dikarenakan jarak yang sangat jauh dengan waktu tempuh sekitar 10-12 jam  melalui perjalanan darat ke Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara, menjadi salah satu pertimbangan pemekaran ini.

“Berbagai persyaratan formal, teknis rencana pemekaran ini sudah sangat siap.Pemekaran ini kami yakini sebagai solusi terbaik untuk pemerataan pembangunan.

Pasalnya, ungkap politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan APBD Provinsi Sumatera Utara diyakini tidak akan mampu menyelesaikan persoalan yang menjadi urusan Pemprovsu di wilayah ini. Maka akan lebih tepat dimekarkan menjadi provinsi baru.

Pertimbangan lain,  lanjut Sutrisno mengatakan wilayah ini telah memiliki Bandara Aek Godang, dan segera dibangun Bandara Bukit Malintang. Demikian juga pelabuhan Pelimbungan Ketek di Mandailing Natal berskala internasional yang merupakan bukti bahwa wilayah ini siap menjadi provinsi sendiri.

Oleh karena itu, diminta kepada semua pihak, terutama 5 kepala daerah di wilayah ini, bersama DPRD Kabupaten/ Kota agar segera melakukan konsolidasi, koordinasi demi mewujudkannya. Kelima kepala daerah di wilayah ini diminta untuk melibatkan seluruh stakeholders. Tokoh adat, ulama, Partai Politik, Ormas, OKP, beserta kelompok masyarakat harus dilibatkan dalam gerakan ini. Upaya melibatkan seluruh pihak secara partisipatif, akan membuat gerakan ini kuat dan solid.

Meskipun, Berdasarkan quick count, perolehan suara Paslon 01 sangat rendah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Kabupaten Tapanuli Selatan,  Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Kota Padangsidimpuan).

Paslon ini hanya mendapat suara dibawah 30%, sangat jauh dibandingkan wilayah Tapanuli Bagian Utara ( Kabupaten Tapanuli Utara, Toba Samasir, Samosir, Humbang Hasundutan), yang mendapat suara diatas 92 persen.

Namun demikian Sutrisno mengakui rendahnya perolehan suara tersebut menjadi tanggung jawab TKD dan partai- partai pengusung dan pendukung yang tidak bekerja optimal.

Berbagai tuduhan, fitnah, hoax yang dialamatkan kepada Paslon 01 tidak dilawan dengan strategi yang mumpuni. Akibatnya pihak lawan menjadi leluasa untuk menggarap suara, tanpa perlawanan yang berarti.

“Meskipun demikian, kami tidak akan menyalahkan pihak manapun, termasuk rakyat. Kami bertanggung jawab penuh atas perolehan suara yang tidak optimal tersebut.Kami pun menyampaikan terimakasih atas seluruh dukungan, dan suara yang telah diberikan untuk Paslon 01. Kami juga memastikan, tidak akan ada boikot dalam hal apapun. Kami akan tetap makan salak, holat, seluruh masakan khas Angkola, Mandailing,” pungkas Sutrisno Pangaribuan yang merupaka putra daerah dari Desa Purbatua, Kecamatan Tanotombagan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan ini. (Pnc-1)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy