PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Miris ! Demi Meraih Cita-cita, Mereka Harus Bertaruh Nyawa

Ketua DPRD Sumut Usulkan Segera Bangun Jembatan Gantung

0 3.116

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Tapsel – Bagi pelajar di daerah perkotaan, akses untuk menuju sekolah tidaklah menjadi kendala, namun berbeda dengan anak-anak di pedesaan. Mereka sering terkendala baik dari segi alat transportasi maupun akses jalan. Malah banyak diantara mereka harus bertaruh nyawa untuk menuju lokasi sekolahnya. Salah satunya para pelajar SDN 100209 Tapian Nauli Sukaramai, di Lingkungan III Kelurahan Tapian Nauli, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara.

Anak-anak itu harus melalui Sungai Batang Salai, yang menghubungkan Lingkungan III Sukaramai dengan Hilinasonang, Aek Mardua, dan Paranginan, Kelurahan Tapian Nauli, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Licinnya bebatuan sungai harus mereka tapaki. Terkadang, sering dari mereka terjatuh hingga pakaian dan tas mereka harus tetap dibawa ke sekolah dalam keadaan basah. Perjuangan mereka tak sampai disitu saja, usai melewati sungai merekapun harus melalui hutan agar sampai disekolahnya.

- Advertisement -

Bila hujan datang dan air Sungai Batang Salai besar, para pelajar SD itu terpaksa meliburkan diri. Parahnya, bila para siswa sekolah dasar itu berada di sekolah dan hujan deras datang, terpaksa mereka tidak pulang ke rumah dan menginap di sekolah.

Aktivitas itu sudah biasa mereka lakukan, hingga tak lagi memikirkan keselamatannya demi meraih cita-cita dan menyingkirkan kemiskinan yang membelenggu. Sampai kapan aktivitas itu mereka jalani. Mereka adalah generasi bangsa yang kelak akan memimpin negara ini nantinya.

Mendengar situasi itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara Sutrisno Pangaribuan, ST langsung membawa Dinas PU Kabupaten Tapsel untuk mensurvey langsung.

Apa yang dialami para siswa SDN 100209 Tapian Nauli Sukaramai, turut dirasakannya. Keringat tampak bercucuran disekitar wajah dan membasahi pakaian yang melekat ditubuhnya. Perjalanan itu sangat melelahkan, memakan waktu lebih 1 jam untuk menyeberangi sungai dan hutan sampai menuju lokasi sekolah.

Sesampainya di SDN 100209 Tapian Nauli Sukaramai, Sutrisno menyempatkan diri memberi motivasi dan menumbuhkan semangat para siswa agar tetap mencintai negara Indonesia.

Sutrisno juga meminta mereka untuk melafalkan isi Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Siapa yang bisa menyebutkan isi Pancasila dan menyanyikan Indonesia Raya, nanti Bapak kasih uang jajan,” ungkap Sutrisno kepada siswa SDN 100209 Tapian Nauli Sukaramai.

Bangun Jembatan Gantung

Menanggapi permasalahan tersebut, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara Sutrisno Pangaribuan, ST kepada awak media ini, Kamis (21/3/2019) mengatakan dirinya telah mengusulkan pembuatan jembatan gantung (rambin) di atas Sungai Batang Salai, yang menghubungkan Lingkungan III Sukarame dengan Hilinasonang, Aek Mardua, dan Paranginan, Kelurahan Tapian Nauli, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Kita harapkan Dinas PU Kabupaten Tapsel segera membangun Jembatan Gantung (Rambin), panjangnya diperkirakan 20 meter tadi. Kalaupun terkendala anggaran, maka kita juga meminta agar Dinas PU menyiapkan proposal yang ditandatangani Bupati Tapsel agar didanai APBN. Saya yang akan kordinasi nanti dengan Balai Jalan Nasional, karena ada penyediaan Rambin di mereka,” tegasnya.

Sutrisno berharap pembangunan itu segera dilakukan tahun ini, agar aktivitas belajar anak tidak terganggu, apalagi nyawa anak-anak sekolah tersebut setiap saat terancam.

“Jembatan gantung itu juga sangat diperlukan masyarakat setempat, karena itu merupakan akses satu-satunya. Bila banjir, terpaksa para petani tidak pergi ke ladang sehingga matapencaharian masyarakat juga menjadi terancam. Sama seperti anak-anak sekolah itu, bila air sungai besar, dan para petani mau pulang ke rumah, terpaksa mereka menginap di ladangnya dan tidak bisa pulang ke rumah,” ujarnya.

Dan untuk situasi yang sama di Kabupaten Tapsel, Sutrisno juga akan mengecek langsung bersama Dinas PU Kabupaten agar segera dibangun jembatan gantung baik anggarannya melalui Dinas PU Kabupaten maupun pusat nantinya.

Selain itu, Sutrisno juga membawa petugas PLN ke daerah tersebut agar segera dilakukan pemasangan jaringan listrik, karena sejak tahun 1971 daerah tersebut dihuni masyarakat hingga saat ini tidak teraliri listrik. (Pnc-1)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy