PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Jalan Hancur Total, Masyarakat Desa Gunung Baringin Mengeluh

0 157

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Tapsel – Warga masyarakat Dusun V Harapan Maju Desa Gunung Baringin Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan mengeluhkan kondisi jalan ke dusun mereka yang sudah hancur total. Dimana kondisi itu sudah berlangsung kurang lebih 7 tahun.

Masyarakat sangat mengeluh, apabila musim penghujan, anak sekolah Dusun V Harapan Maju menempuh jarak 1, 5 Km dengan menyandang sepatu untuk menyeberangi sungai agar sampai di sekolah. Dan memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan.

Sedangkan aktivitas warga petani juga menjadi terkendala saat membawa bibit dan pupuk apalagi ketika masa panen tiba. Kondisi itu membuat biaya operasional petani menjadi tinggi dan tidak sesuai dengan keuntungan yang diharapkan.

- Advertisement -

Salah seorang warga, H.Waruwu (67) berharap kepada Bupati Tapanuli Selatan dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan agar memerhatikan nasib mereka, terutama kondisi jalan yang sudah hancur total dan tak layak di jalani.

“Atas nama warga Dusun V Harapan Maju Desa Gunung Baringin Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan meminta dan mengharapkan perhatian dari Bupati atau Pemkab Tapsel untuk segera memperbaiki jalan ke Dusun Kami, kami kasihan kepada anak-anak kami yang berangkat sekolah dan warga lainnya yang melintasi jalan di Dusun kami,tolong la Bapak Bupati,” ungkap H.Waruwu yang juga merupakan Tokoh Masyarakat Dusun V Harapan Maju Desa Gunung Baringin Kecamatan Angkola Selatan kepada Patrolinews.com, Rabu (27/3/2019).

Lanjutnya, Dusun V Harapan Maju Desa Gunung Baringin jauh sama sekali tidak tersentuh pembangunan baik yang bersumber dari Dana APBD Tapsel maupun Dana Desa. Padahal desa itu telah berdiri sejak tahun 1992. Warga Dusun tak pernah merasakan manfaat Pembangunan Sarana Air Bersih , MCK dan pembinaan Pemuda atau karang taruna.

Dusun V Harapan Maju berjumlah kurang lebih 120 KK , dengan kondisi jalan yang hancur dan harus menyeberangi sungai kecil dan jembatan kayu. Selain tidak ada ditemukan sarana air bersih dan MCK, penerangan lampu jalan yang belum ada. (Saragi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy