PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Terduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Sebelum Merantau Haris Simamora Dikenal Ramah dan Penurut

0 413

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Rohul – Terduga pelaku pembunuhan yang menewaskan satu keluarga di Bekasi, Deparum Nainggalan (38), Maya br Ambarita (37), Sarah Nainggolan(9), dan Arya Nainggolan (7) pada Selasa (13/11/2018/) telah ditangkap Polda Metro Jaya. Tersangka bernama Haris Simamora (23) warga Desa Kota Lama, Pekanbaru.

Dari penelusuran kru Patrolinews.com dari beberapa warga Desa Kota Lama, Kec Kota Lama, Kab Rokan Hulu, Riau, Sabtu (17/11/2018) sekitar pukul 13.00 WIB, bahwa tersangka Haris Simamora (23) dikenal sebagai anak yang ramah dan tidak pernah bermasalah dilingkungan.

D Sihotang (40) mengatakan bahwa Haris Simamora pernah bekerja dibengkel miliknya usai pulang sekolah sebelum merantau ke Jakarta.

- Advertisement -

“Saya mempekerjakan dia (Haris,red) sekitar tahun 2012-2013 dulu sewaktu masih SMA. Dia (Haris,Red) bekerja paruh waktu lepas dari jam sekolah,” sebut pemilik Bengkel.

Lanjut D Sihotang, Haris juga tipe manusia yang tidak banyak bicara. Dalam bergaul serta tidak pernah bermasalah dengan lingkungannya.

“Terlepas dari kasus yg sedang dijalani oleh tersangka Haris. Saya hampir tidak pernah mendengar dia bergaul yang salah. Karena sehariannya dia (Haris, red) mengabiskan waktu setelang pulang sekolah untuk membantu suami saya bekerja di bengkel,” terangnya.

“Karena sehariannya dia (Haris, Red) mengabiskan waktu setelang pulang sekolah untuk membantu suami saya bekerja di bengkel” ungkap istri pemilik Bengkel, R Situmorang (36).

“Dalam bergaul pun tersangka dalam batas wajar seperti anak-anak seumurannya. Bahkan tersangka (Haris,Red) selalu aktif dalam lingkungan gereja tempatnya beribadah,” tambah Ibu tersebut.

Selain itu, D Sihotang juga menilai tersangka Haris dikenal suka menolong dan penurut dalam lingkungan keluarganya. “Beberapa kali Bapak Tersangka (Haris,Red) meminta untuk dibelikan rokok dari hasil bekerja di bengkel. Bisa dikatakan di antara anggota keluarga yang lain dia (Haris, Red) termasuk lebih penurut, itu yang saya lihat,” katanya.

Namun, D Sihotang mengaku heran dan kecewa mendengar peristiwa yang dilakukan tersangka Haris. Apalagi hanya karena alasan sakit hati dan dendam menghilangkan nyawa korban yang masih kerabat dekat keluarganya.

“Walaupun demikian yang bersalah tetaplah harus dihukum sesuai dengan berbuatannya,” ujar Sihotang sembari menambahkan bahwa dirinya terakhir bertemu Haris sekira bulan Juli 2018, saat menghadiri pernikahan keluarganya di Pekanbaru.

Diberitakan, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat mengatakan, Haris Simamora membunuh keluarga Diperum Nainggolan saat para korbannya tengah tertidur.

Haris tiba di rumah korban sekitar pukul 21.00 WIB hari Senin (12/11/2018). Ia disebut telah terbiasa menyambangi kediaman korban sehingga memasuki rumah tanpa mencongkel pintu.

“Jadi pembunuhan dilakukan sekitar pukul 23.00 WIB saat Diperum dan istrinya, Maya Boru Ambarita (37) tertidur di ruang tamu,” ujar Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018).

Wahyu melanjutkan, sedangkan kedua anak Diperum tidur dalam kamar. Kepada polisi, Haris mengaku membunuh Diperum dan istrinya terlebih dahulu dengan menggunakan linggis.

Tiba-tiba saja kedua anak Diperum, Sarah Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) terbangun dan berjalan keluar kamar. “Pengakuan sementara kedua anak korban dicekik hingga tewas. Tapi kami masih kembangkan,” lanjut Wahyu.

Setelah melakukan pembunuhan, Haris kemudian pergi menggunakan mobil Nissan X-Trail yang terparkir di depan rumah korban. Baca juga: HS, Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi, Terancam Hukuman Mati Pada hari Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 06.30 WIB barulah jenazah Diperum, istri dan kedua anaknya ditemukan oleh warga sekitar.

Usai membunuh, Haris ditangkap polisi di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, pada Rabu (13/11/2018) pukul 22.00 WIB.
Haris disangkakan pasal pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman mati. (Theresia Situmorang)

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments
Loading...