PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Status Pustu Sicanang Jadi Puskesmas Induk

0 37

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Medan – Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi meresmikan peningkatan status Puskesmas Pembantu Sicanang Jalan Sicanang, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan menjadi Puskesmas Induk, Jumat (20/7/2018). Perubahan sekaligus peningkatan status dilakukan sebagai wujud peran Pemko Medan dalam memajukan pelayanan kesehatan. Dengan demikian masyarakat sekitar akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi.

Diungkapkan Wali kota, sebelum peningkatan status dilakukan, puskesmas pembantu (Pustu) Sicanang sebenarnya telah melayani kesehatan masyarakat dnegan baik. Namun begitu Wali Kota ingin pelayanan maupun fasilitas kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, terutama yang bermukim di wilayah Sicanang lebih baik lagi.

Selain meresmikan peningkatan status puskesmas dari pustu menjadi puksesmas induk, Wali Kota juga memberikan makanan tambahan kepada balita gizi buruk dan gizi kurang kepada 100 balita. Pemberian makanan tambahan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi tumbu kembang para balita tersebut.

- Advertisement -

Kemudian Wali Kota juga memberikan bantuan kacamata gratis kepada 1.000 orang warga. “Semoga apa yang kita lakukan hari ini, mulai peresmian peningkatan status puskesmas, pemberian makanan tambahan kepada balita serta pemberian kacamata gratis dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Sebelumnya Kadis Kesehatan Kota Medan Usma Polita dalam laporannya mengatakan, peningkatan status puskesmas ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan Wali Kota Medan agar warganya tidak sakit. Dengan peningkatan status ini diharapkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat akan lebih baik lagi.

Dikatakan Usma, saat ini Kecamatan Medan Belawan memiliki 1 puskesmas besar yakni Puskemas Belawan ditambah 5 pustu yakni Pustu Sicanang, Bahari, Bahagia, Bagan Deli dan Cikampek. Sesuai dengan arahan Wali Kota, jelas Usma, kelima pustu itu akan dikolaborasikan menjadi satu puskesmas besar.

“Saat ini masih dalam tahap kajian, sebab kebutuhan satu puskesmas itu harus ada 30.000 penduduk. Oleh karenanya akan kita lakukan pendataan berapa jumlah penduduk dan harus disesuaikan lagi dengan standar pelayanan minimal,” jelas Usma. (Pnc-1)

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...