PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Lestarikan Seni Budaya Melayu Melalui Lomba Tari & Berbalas Pantun

0 51

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Medan – Pembukaan perlombaan Seni Budaya Tari Melayu, Berbalas Pantung dan Pagelaran Ketoprak Dor di panggung terbuka Merdeka Walk Medan digelar pada Sabtu (21/7/2018). Pertunjukan digelar sebagai upaya melestarikan seni budaya Melayu yang orisinil dan megah sebagai etnis asli Kota Medan dibuka langsung Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi didampingi Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung diwakili Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli.

Pembukaan ditandai dengan penabuhan gendang yang diilakukan Wali Kota bersama Wakil Ketua DPRD Medan. Setelah itu dilanjutkan dengan pertunjukan tari-tarian serta berbalas pantun. Selain warga Kota Medan, pertunjukan yang jarang digelar ini turut juga disaksikan sejumlah turis mancanegara yang tengah melintasi Merdeka Walk.

Wali Kota dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh digelarnya kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut.

- Advertisement -

Guna melastarikan budaya Melayu tidak akan hilang dari muka bumi, Wali Kota mengatakan, perlombaan seni budaya tari Melayu, berbalas pantun dan pagelaran Ketoprak Dor harus mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan rasa bangga akan identitas diri sebagai bangsa Melayu.

Selama tidak bertentangan dengan ajaran agama, tegas Wali kota, justru berbagai budaya yang ada di tanah air dapat menjadi penambah nilai estetika, apalagi budaya Melayu identik dengan budaya Islam. “Dengan demikianunsur budaya dapat menjadi jembatan perdamaian antar umat beragama untuk dapat hidup secara damai, harmonis dalam keberagaman,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kadis Kebudayaan Kota Medan Suherman dalam laporannya menjelaskan, perlombaan Seni Budaya Tari Melayu, Berbalas Pantung dan Pagelaran Ketoprak Dor merupakan bagian rangkaian perayaan HUT ke-428 Kota Medan.

Selain itu, jelas Suherman, guna memperkenalkan budaya Melayu kepada wisatawan dalam dan luar negeri yang sedang berkunjung ke Medan. “Kemuian untuk meningkatkan kreativitas masyarakat, termasuk generasi muda dalam bidang seni dan budaya, serta melanjutkan program pemerintah dalam rangka pembangunan kebudayaan,” terang Suherman. (Pnc-1)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy