PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Perpustakaan Jalanan Balada Emperan Jatibarang Gelar Kesenian Anak

0 125

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Indramayu – Perpustakaan Jalanan Balada Emperan Jatibarang mengadakan kegiatan melukis untuk anak-anak, diskusi publik, melukis bareng Street Art di Aula UPTD Cipta Karya Jatibarang, Jalan Mayor Dasuki Nomor 1 Desa Jatibarang RT 07 RW 01 Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, Sabtu (14/4/2018).

“Untuk acara malamnya di isi dengan Performan Art, baca puisi, teaterikal, tari topeng, dan musik akustik,” ungkap Ketua Perpustakaan Jalanan Balada Emperan Jatibarang, Muhammad Machmud.

Dari pantauan kru Patrolinews saat ditempat lokasi acara, terlihat belasan anak-anak disibukan dengan melukis pemandangan alam dan mewarnai. Sementara, pada aula sudah ada sebagain lapak buku-buku yang tersedia, baik untuk dibaca secara gratis maupun buku yang dijual. Di samping aula nampak sebuah gerobak yang sudah dikemas sedemikian rupa yang diperuntukan sebagai tempat buku-buku perpustakaan, gerobak dengan roda dua tersebut diberi tulian dengan kata, Pustaka Bergerak Indonesia.

- Advertisement -

Ditempat yang sama, Hidayat yang merupakan pemandu kegiatan melukis dan mewarnai untuk anak-anak berharap pihak pengelola Perpustakaan Jalanan Balada Emperan Jatibarang agar terus berkarya mendidik anak-anak.

“Harapannya untuk teman-teman balada emperan terus berkarya mendidik anak-anak kecil, kaya tadi diajarin melukis bersama, mewarnai dan sebagainya. Saya rasa itu hal yang sangat luar biasa. Kedepannya, buat para seniman Indramayu juga dapat menyumbangkan ilmunya agar anak-anak menjadi kreatif. Saya juga sangat berterimakasih dapat diberik kesempatan memberi ilmu kepada anak-anak tentang cara teori melukis tanpa menggunakan pensil dan menggunakan cat langsung. Dan alhamdulillah mereka sangat respon dan hasilnya lumayan,” kata Hidayat.

Masih kata Hidayat, dari sejak dinilah agar orang tua memperkenalkan tentang kerajinan atau kesenian kepada anak-anak daripada anak-anak itu lebih cenderung ke tekhnologi-tekhnologi.

“Handphone, dunia-dunia games seperti itu yang nanti efeknya akan berbahaya. Jadi kita coba ajarkan kesederhanaan, seperti mewarnai atau kegiatan lain bikin sesuatu yang lebih bermanfaat. Kedepannya nanti mereka akan berpikir sendiri, mereka akan bikin apa,” ujarnya.

Sementara, belasan anak-anak yang telah dilatih melukis diarahkan membaca buku perpustakaan dan dilanjutkan dengan mewarnai. (Baebudin)

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments
Loading...