PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Penanganan Pasca Banjir, Anggota DPRD Sumut Jubel Tambunan Himbau Pemkab Tapteng dan Pemprovsu Bersinergi

0 125

- Advertisement -

 

PATROLINEWS.COM, Medan – Banjir besar dengan ketinggian sekitar 2 hingga 2,5 meter merendam 7 (tujuh) kelurahan/desa di Barus, antara lain Desa Kampung Mudik, Pasar Terandam, Bungo Tanjung, Kinali, Ujung Batu, Batu Gerigis dan Padang Masiang di Tapanuli Tengah, Rabu (29/1/2020) dini hari. Akibatnya, 7 orang meninggal dunia, dimana lima orang diantaranya meninggal karena tanah longsor. Selain itu, banjir juga mengakibatkan beberapa jalan kabupaten maupun provinsi putus. Untuk itu, Anggota DPRD Sumut Jubel Tambunan, SE menghimbau agar Pemkab Tapteng dan Pemprovsu berkordinasi melakukan penanganan korban dan infrastruktur pasca banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah.

Demikian disampaikan Jumbel Tambunan, SE yang merupakan anggota DPRD Sumatera Utara dari daerah pemilihan 9 (meliputi Kabupaten Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga) kepada wartawan, Kamis (29/01/2020) sore.

- Advertisement -

“Pertama saya menyampaikan rasa prihatin dan juga turut berdukacita kepada korban terdampak bencana banjir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Kita menghimbau agar pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Pemerintah Sumatera Utara segera dapat memberikan bantuan makanan, obatan-obatan dan tempat pengungsian kepada warga yang terdampak banjir,” ungkap Jubel Tambunan.

“Sinergi antara Pemkab Tapteng dan Pemprovsu juga sangat diperlukan untuk mendapatkan anggaran bantuan dari Kementerian PUPR dalam membangun rumah warga yang terdampak banjir,” tambahnya.

Politisi Partai NasDem ini juga mengapresiasi Bupati Tapteng dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) dan Dinas Kesehatan Provinsi SUmatera Utara serta seluruh pihak yang telah langsung tanggap melakukan penanganan terhadap korban banjir.

Selain itu, Ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Tapteng bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar segera mencari solusi guna mengatasi banjir yang kerap melanda Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Harus itu, Pemkab Tapteng dan Pemprovsu perlu kerjasama dalam melakukan pendataan, pemetaan dan penanganan pasca banjir karena telah banyak memakan korban, Apalagi daerah terdampak banjir juga cukup luas sehingga banyak rumah warga dan infrastruktur jalan kabupaten maupun provinsi yang harus dibenahi. Itu harus segera dilakukan agar aktivitas perekonomian masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.

Jubel Tambunan yang merupakan Anggota Komisi D DPRD Sumut meminta agar Pemkab Tapteng melakukan upaya-upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bahaya angin puting beliung, banjir dan gerakan tanah longsor.

“Kedepannya harus dilakukan pencegahan karena puncak musim hujan umumnya terjadi pada Januari dan Februari,” tutupnya.

Diberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut korban banjir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, bertambah menjadi 7 orang meninggal dunia. Lima orang di antaranya meninggal karena tanah longsor.

“Tim gabungan telah berhasil mengevakuasi seluruh korban tertimbun tanah longsor. Total korban adalah tujuh orang meninggal dunia, terdiri dua orang meninggal dunia karena banjir di Kecamatan Barus, dan lima orang meninggal karena longsor di Kecamatan Andam Dewi,” tutur Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/1/2020).

Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah, Agus Haryanto, menyebut banjir pada Rabu (29/1/2020) pukul 01.00 WIB itu terjadi akibat luapan Sungai Aek Sirahar setelah hujan dengan intensitas tinggi.(Fernando)

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy