PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Pemkab Rohul Kejar Percepatan Pembuatan One Map Sektor Perkebunan

0 787

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM,Rohul – Plt.Kepala Dinas Perkebunan dan Perikanan Rokan Hulu resmi membuka Fokus Group Discussion (FGD) untuk memantapkan data menuju percepatan pembuatan One Map (Satu Peta) Sektor Perkebunan berskala 1 : 50.000 untuk Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan itu digelar di Convention Hall Masjid Agung Islamic Center (MAIC) Rokan Hulu, Kamis (14/02/2019).

Dalam beberapa tahapan mulai dari Sosialisasi Tingkat OPD, Sosialisasi tingkat Kecamatan yang dimulai sejak pertengahan (2018) lalu, akhirnya tahapan pembuatan Satu Peta (One Map) Sektor Perkebunan mencapai tahap Fokus Group Discussion (FGD) tersebut untuk Uji Data Real kondisi luas lahan perkebunan rakyat yang ada di Rokan Hulu.

Upaya mencapai suksesnya pembuatan One Map (Satu Peta) Sektor Perkebunan di Rokan Hulu itu, langsung ditangani pihak yang berkompeten dibidangnya seperti Word Resoursces Institute Indonesia (WRI Indonesia), yakni Yayasan Institut Sumber Daya Dunia, Lembaga Peneliti Independen, yang mewujudkan ide gagasan besar menjadi aksi nyata untuk menciptakan keseimbangan antara perlindungan lingkungan, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan manusia.

- Advertisement -

Kemudian pihak WRI Indonesia, dengan FGD dalam rangka percepatan One Map sektor perkebunan ini juga melibatkan 90 (sembilan puluh) peserta yang terdiri dari OPD, 6 (enam) Camat yang ada di Rokan Hulu, para penyuluh pertanian lapangan, pihak perusahaan, serta tim teknis pemetaan Rohul.

Plt.Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Rokan Hulu yakni Ir. Sri Hardono dalam penyampaiannya, bahwa Kabupaten Rokan Hulu memiliki potensi perkebunan yang cukup luas, seperti perkebunan sawit, karet, pinang, gambir, kopi. Berbagai potensi tersebut, potensi perkebunan terbesar seperti Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) yang mencapai 70 persen, walau Data itu belum Data Valid, dan akan Divalidasikan oleh WRI Indonesia dalam Fokus Group Discussion (FGD) dengan menyandingkan data yang telah ada di kecamatan.

“Saya tegaskan, para Camat dalam Fokus Group Discussion (FGD) ini, harus lebih baik berdiskusi keras, kalau bisa sampai berdarah-darah dulu, karna jika sudah dijadikan satu peta dengan skala 1: 50.000, kemudian menjadi produk hukum One Map (Satu Peta) maka tidak akan bisa di ganggu gugat lagi,” ungkap Sri Hardono.

Terbentuknya satu peta (One Map) sektor perkebunan di Rokan Hulu ini akan menjadi pusat informasi yang valid , menjadi acuan informasi persebaran potensi 522 ribu Ha lahan perkebunan yang ada di Rokan Hulu, di identifikasi berdasarkan jenis dan produktifitasnya. Bahkan peta ini nantinya menjadi rujukan Pemda dalam hal pengelolaan perkebunan dan menjadi sumber PAD perkebunan.

Selanjutnya, masih dalam FGD Mukhti Bacha Menejer Akuntabilitas Penggunaan Lahan, menyampaikan bahwa FGD Ini dapat menunjang percepatan One Map (Satu Peta) sektor perkebunan di Kabupaten Rokan Hulu, yang mana melalui diskusi dengan para Camat serta penyuluh pertanian, dapat memperbaiki, memvalidasi data yang ada, sehingga peta yang dibuat nantinya akan menata kelola potensi perkebunan, guna mengevaluasi lahan perkebunan selama periode Moratoruim Perkebunan Kelapa Sawit oleh Pemerintah pusat ini.

Mukhti Bacha juga mengatakan terkait terus berkembang dan bertambahnya kawasan perkebunan, bahwa pengembangan kawasan perkebunan tersebut akan menjadi pembicaraan tahap lanjut setelah peta ini terbentuk.

“untuk pengembangan kawasan perkebunan yang terus terjadi setiap tahun, akan menjadi bahan pembicaraan lanjutan nantinya setelah peta ini terbentuk, sebab tanpa ada peta dan data di meja, maka kita tidak bisa berbicara soal pengembangan lahan perkebunan,” ungkap Mukhti.

Lanjutnya, “Kepemilikan Peta sektor perkebunan ini, sangat dibutuhkan Pemerintah Kabuaten Rokan Hulu, karna Peta Sektor Perkebunan ini akan membantu Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, juga selain memiliki tata kelola kawasan perkebunan serta dapat menjadi acuan dalam menyelesaikan konflik perkebunan,”. (Theresia)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy