PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Oknum Petinggi Partai Diduga Minta Bantuan Pejabat Pemko Untuk Memenangkan Caleg DPRD Sumut

0 168

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Medan-Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara, Japorman Saragih membantah informasi yang beredar terkait caleg yang di duga meminta Camat, Lurah dan Kepling membantu memberikan sebanyak 1000 suara bagi caleg DPRD Sumut wilayah Sumut 2 termasuk uang yang berjumlah puluhan juta rupiah per-kecamatan adalah tidak benar. Japorman meminta agar wartawan tidak terus percaya atas informasi yang diterima.

“Itu nggak mungkin bang, apalagi jaman sekarang banyak kali perhatian kepada Caleg-caleg,” ungkap Japorman.

Ditambahkan Japorman lagi, pihaknya tidak ada meminta bantuan kepada Camat dan Lurah dan Kepling untuk mendapatkan suara, dan mengaku lebih mengetahui putrinya di lapangan, sehingga tidak mungkin berani berbuat seperti yang diinformasikan tersebut, termasuk meminta bantuan dari Wakil Walikota Medan, juga disangkal oleh Politisi senior dari partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut.

- Advertisement -

Sementara Ketua Bawaslu Kota Medan, Payung Harahap ketika dikonfirmasi terkait infomasi yang didapat awak media dari warga di dapil 2 menyebutkan bahwa saat ini banyak informasi yang masuk ke mereka (Bawaslu Kota Medan) terkait dugaan kecurangan yang dilakukan oleh calon legislatif, dan selaku badan pengawas pemilu, pihaknya hanya bisa melakukan tindakan jika ada pengaduan resmi yang disertai bukti-bukti yang bisa menguatkan.

” Laporan masyarakat, jika resmi diajukan untuk dilaporkan kepada kami dengan membawa bukti-bukti termasuk ada saksi. Terhadap kasus-kasus laporan sepeti yang abang tanyakan tadi, kami juga sudah melakukan investigasi kelapangan dan mempertanyakan kepada Kepala Lingkungan, dan Kepling juga sudah ditanyai, namun kita belum mendapatkan bukti-bukti kuat untuk melakukan penindakan, sehingga kita minta partisipasi dari masyarakat agar jangan segan dan ragu-ragu untuk melaporkan temuan pelanggaran pemilu jika ada di ketahui dilingkungan tempat tinggal,” terang Harahap, kemarin.

Seperti diketahui satu hari menjelang pemilihan legislatif yang sekaligus pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019, banyak calon legislatif resah dan mulai menghalalkan berbagai cara untuk dapat menang dan duduk menjadi anggota legislatif.

Meski diketahui menyalahi, upaya-upaya yang melanggar aturan dan Undang-undang pemilu juga terkesan tidak dihiraukan lagi, sebab, waktu berjalan terus dan sang calon legislatif semakin kurang percaya diri untuk menang. Tim sukses pun diturunkan untuk mencari target dan dengan memanfaatkan pengaruh dan kekuasaan mulai lah tim sukses oknum calon legislatif bergerak.(rel/hls)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy