PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

Kisruh Management PSMS, Kodrat Shah: Saya akan Lawan dan Bawa ke Ranah Hukum

0 59

PATROLINEWS.COM,Medan-Kisruh kembali terjadi di tubuh Managemen PSMS Medan, akibat sepak terjang yang dilakukan Edy Rahmayadi diduga ” membegal atau merampok” Saham Kodrat Shah dengan rapat RUPS  menggunakan fasilitas Negara di Gedung T.Rizal Nudin Jalan Sudirman Medan, tanpa dihadiri pemilik Saham.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kodrat Shah, Pemilik Saham 49 % PT. Kinantan Medan Indonesia, Perusahaan pemilik Klub  PSMS Kota Medan, saat beberapa wartawan berkunjung ke kediamannya di komplek Cemara Asri,Minggu (17/4/2022)

“Awal mulanya, Edy meminta saya untuk ikut berperan dalam memajukan PSMS yang terlebih dahulu dia ambil alih kepemilikannya. Saya waktu itu menolak, sebab saya bukan saja tidak memahami sepakbola, nonton bola saja pun saya tidak hobbi”, tutur Kodrat.

“Namun dalam satu rapat di Medan Club,awal maret 2017 , Edy langsung menawarkan saya untuk menjadi “presiden” PSMS dan dijawab peserta rapat “SETUJU” , pada saat itu saya dengan terpaksa menerimanya.

“Kemudian seiring dengan amanah yang saya terima tersebut, saya pun bergegas bekerja sepenuh hati, bahkan mengeluarkan “kocek” dari kantong saya sendiri dan hasilnya, Alhamdulillah PSMS kembali ke liga 1, dari sebelumnya di liga 2″, terang Kodrat.

“Bersamaan dengan itu  PSMS juga ikut bertanding di piala Presiden, hingga di perempat final, saat itulah saya lihat ada kejanggalan di pertandingan, misalnya ada pemain yang sudah berhadap hadapan dengan kiper lawan, eh..nendang bolanya bukan malah ke arah gawang, ini khan aneh. Lantas saya minta ke Edy untuk mengganti beberapa pemain dan pelatih, namun waktu itu Edy menolak, saya pun menarik diri dan tidak aktif lagi mengurusi PSMS secara langsung sebagaimana sebelumnya”, lanjut Kodrat Shah yang hari ini juga menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Sumatera Utara.

“Namun walaupun begitu pada saat akan di mulai liga 1 Saudara Dodi Taher & Julius Raja mendatangi saya untuk meminjam dana yang dipergunakan untuk pembayaran kontrak pemain, sebanyak Rp.3 Milyar, tetap juga saya berikan, kendatipun hingga detik ini, pinjaman tersebut belum dibayar lunas”, tutur Kodrat sambil tersenyum.

Pasca peristiwa tersebut Kodrat pun tidak lagi mengurusi PSMS secara aktif, Edy lah yang kemudian “menghandle” PSMS dengan menunjuk pemain dan pelatih untuk mengikuti pertandingan pertandingan. Akhirnya PSMS turun kasta kembali, bertanding di liga 2 hingga kini.

Meskipun tidak aktif lagi Kodrat tetap memantau PSMS dari luar lapangan, sembari sesekali menerima para pengurus, mantan pelatih di kediamannya untuk bersilaturrahmi.

Sampai kemudian Kodrat Shah menerima, dua surat yaitu Surat Pemecatan sebagai Pemegang saham & Direktur Utama dan Surat undangan RUPS tertanggal 25 Maret 2022 di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara.

Kedua surat tersebut langsung ditandatangani oleh Edy Rahmayadi atas nama komisaris PT Kinantan Medan Indonesia.

“Iya, saya menerima surat undangan untuk RUPS, namun saya menolak untuk datang karena ada aturan/ mekanisme yang ditabrak. Saya kemudian mengirim kuasa hukum dengan membawa surat penolakan RUPS, ternyata di hari H, Edy juga tidak datang”, Jelas Kodrat Shah.

“Tiba tiba saya membaca berita online, katanya berdasarkan RUPS tanggal 25 Maret di Aula Rumah Dinas Gubernur, telah terjadi RUPS dengan  merombak pengurus. Nah, pertanyaan saya, ini apa? Sejak jaman bahula, RUPS itukan singkatan dari rapat umum pemegang saham, bukan rapat umum “PEMBEGAL” saham. Masa iya ada rapat pemegang saham namun satu pun pemegang sahamnya  tidak hadir, malah saya sendiri sebagai pemegang saham sudah menyatakan menolak dengan resmi. Eh, tiba tiba edy umumkan hasilnya di media”, Tutur Kodrat Shah.

“Nah, karena itu inkonstituonal, persis seperti seorang “begal” yang merampas hak dan kewenangan orang lain, saya pun mengambil sikap, “pembegalan” ini akan saya lawan dan akan saya bawa ke ranah hukum. Ini bukan persoalan apa apa, semata mata agar mata kita semua terbuka, siapapun tidak boleh bermain main dengan hukum apalagi mencoba coba untuk merampas hak dan kewenangan orang lain. Di agama pun itu dilarang, maka kezhaliman ini akan kita lawan”, tegas Kodrat Shah, Pria yang selama ini dikenal sebagai tokoh masyarakat yang humble dan suka menolong.

Begitulah penjelasan Kodrat Shah terkait persoalan yang terjadi di tubuh PSMS, agar tidak menjadi simpang siur di tengah tengah masyarakat, akhirnya pertemuan dan bincang bincang kami sore itu pun ditutup dengan buka puasa bersama.(rel/Hls)

You might also like
Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy