PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

GEMA PS Indonesia Gelar Kongres Pertama di Jateng

0 313

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Indramayu-Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (GEMA PS) Indonesia yang diketuai Siti Fikriyah menggelar kongres pertama, Senin-Selasa (22-23 Juli 2019), di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah.

Hal tersebut dikatakan Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Pemegang SK Ijin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat Wajo dan Penggiat/Pokja Percepatan Perhutanan Sosial Carkaya SPi yang merupakan peserta kongres perwakilan dari Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.

Wajo mengakatan kongres tersebut adalah terobosan luar biasa yang mempersatukan seluruh petani penggarap dalam satu wadah Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (GEMA PS).

- Advertisement -

“Tujuan yang mulia dan kolektif mewujudkan hutan subur rakyat makmur. Selama ini penyumbang terbesar kemiskinan adalah masyarakat sekitar kawasan hutan,” kata Wajo, saat dikonfirmasi Kru Patrolinews, Selasa (23/7/2019).

Sementara itu, Carkaya SPi mengatakan kongres pertama GEMA PS (Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial) adalah wadah perjuangan petani hutan penerima SK IPHPS (Ijin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial).

“Menjadi awal konsolidasi KTH (Kelompok Tani Hutan) untuk menata usaha secara kolektif. Sebagai upaya pemerataan ekonomi yang selama ini masyarakat sekitar adalah penyumbang 70 % kemiskinan “data BPS”. Mewujudkan hutan subur rakyat makmur,” kata Carkaya SPi.

Ketua Umum Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (GEMA PS) Indonesia, Siti Fikriyah dalam press rilis mengatakan membangun hutan Jawa untuk kesejahteraan rakyat, pemulihan ekologi dan pertumbuhan ekonomi kawasan perdesaan adalah pekerjaan besar.

Perhutanan sosial memerlukan kegiatan nyata pendampingan di tapak, fasilitasi administrasi, komunikasi dengan pengambil kebijakan dan pihak terkait lain.

“Kami telah melakukan kerja kolaborasi bersama kementerian, diantaranya Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi, Badan Layanan Umum P2H-KLHK dan
penjajakan dengan perbankan (BNI, Mandiri), offtaker dari Industri Mebel/Kayu, Jagung atau Cashcrop, Atsiri dan lain-lain,”kata Siti Fikriya. (Baebudin)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy