PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Dua Kali Diterjang Banjir Bandang, Masyarakat Agara Sesalkan  Lambannya Penanganan Pemerintah

Pasca Banjir Bandang, Warga Blok Akses Jalan Pakai Lumpur

0 100

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Kutacane – Pasca Banjir Bandang yang melanda ratusan rumah masyarakat di Kutacane – Aceh Tenggara hingga kini belum tersentuh perhatian dari pemerintah kabupaten setempat.

Tampak tumpukan lumpur dan potongan kayu yang memenuhi jalan dan rumah warga ditumpuk ditengah jalan. Pasalnya, tak satupun petugas dari dinas terkait turun tangan  memberikan bantuan penanganan kepada masyarakat yang terdampak.

Ijal (42) salah seorang warga Desa Lingkungan I Strat Pisang, Kelurahan Kota, Kecamatan Babusalam,  Kabupaten Aceh Tenggara mengatakan banjir bandang yang turut menimpa lingkungannya bukanlah yang pertama kali.

Lanjut Ijal, di penghujung tahun 2018, sudah 2 (dua) kali warga dipinggiran Kali Bulan terkena Banjir Bandang tepatnya pada Sabtu (29/12/2018) dan Senin (31/12/2018).

Pun demikian, Pemkab Agara tampaknya tak perduli dengan bencana yang menimpa warganya.

Bantuan air bersih, makanan dan relokasi lumpur dari rumah warga tak pernah dirasakan warga setempat.

Pasca Banjir Bandang, Warga Blok Akses Jalan Pakai Lumpur

Akhirnya, kekesalan warga memuncak, seluruh lumpur dan potongan kayu yang memenuhi rumah warga terpaksa ditumpuk melintang agar menutup akses jalan Kali Bulan, Desa Strak Pisang, Kelurahan Kotacane, Kecamatan Babusalam, Kabupaten Aceh Tenggara.

Tak hanya itu saja, Ijal juga mengatakan Bupati Aceh Tenggara tak pernah turun menyambangi warga yang terdampak banjir Bandang.

“Karena ini bukan yang pertama kali, ini sudah dua kali terjadi tapi tidak ada respon dari pemerintah. Bupati pun tak pernah datang melihat kami,” ungkap Ijal kepada awak media ini Rabu (2/1/2019) sore.

Senada, Opung Niko (64) warga Gang Roma mengatakan pasca banjir Bandang yang menimpa rumahnya pada 2 (dua) hari yang lalu, hingga kini air dan lumpur masih menggenangi jalan di lingkungannya.

Ia juga membenarkan tidak adanya bantuan dari pemerintah yang diberikan. Padahal, warga sangat membutuhkan air mineral dan makanan karena seluruh peralatan memasak milik warga terendam lumpur dan air.

Opung Niko berharap Bupati Agara lebih peka merasakan penderitaan warga yang terdampak banjir Bandang.

(Kita butuh alat penyedot air yang masih menggenang gang-gang kita, selain itu kita juga kesulitan makanan dan air bersih. Jadi kita berharap Bupati segera turun tangan, jangan hanya tutup matanya,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Rehab dan Rekon BPPBD Aceh Tenggara Fadly ST saat dikonfirmasi Patrolinews.com, Rabu (2/01/2019) terkait tidak adanya bantuan penanganan pasca banjir Bandang  mengatakan bahwa tim yang ada  saat ini fokus pembersihan pajak pagi.

Menyahuti pemblokan jalan, Fadli mengatakan  pihaknya segera merespon keluhan warga dan akan menurunkan tim untuk membantu warga merelokasi lumpur dari rumah warga.

Sementara, aksi serupa juga dilakukan  korban banjir di Desa Kutacane Lama, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara dengan memblokir akses jalan nasional di desa itu, Rabu (2/1/2019).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas minimnya perhatian Pemerintah Aceh Tenggara terhadap korban.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang terus menguyur Aceh Tenggara (Agara) pada Minggu (30/12/2018) sore, menyebabkan Sungai Lawe Bulan meluap dan mengakibatkan banjir bandang menerjang ratusan pemukiman masyarakat di sepanjang aliran sungai tersebut.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...