PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Anak Dilarang Masuk Rumah Mertua, Abang Laporkan Satu Keluarga Adik Iparnya ke Polisi

0 62

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Delitua – Persoalan sepele saja akhirnya berujung ke Polisi. Gara-gara anak pelapor tidak diberi masuk kedalam rumah neneknya, Putra (45) bersama istrinya Wiwik (46) jadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh saudaranya sendiri. Akibatnya Iwan mengalami luka di siku tangan, di bagian lutut kedua kaki, dan bengkak di tangan kanan. Sementara Wiwik mengalami luka sakit bagian perut karena diinsaki dan wajah luka gores karena di cakar, Rabu (24/4/2019) sekira 14.00 wib.

Bermula ketika putrinya berumur 5 tahun hendak masuk kerumah neneknya yang tinggal berdampingan rumah dengan korban yang berada di Jalan Teh 2, Kel Mangga, Kec Simalingkar. Namun ketika putrinya masuk kedalam rumah, putrinya tiba tiba dihandang oleh WI (46) yang tidak lain adek dari Wiwik.

“Anak saya di hadang hadang sambil menyorongnya keluar rumah. Karena takut putri saya jadi keluar,” beber Wiwik.

- Advertisement -

Wiwik yang tidak sengaja melihat WI menghadang putrinya, langsung mendatangi putrinya yang saat itu sedang berjalan keluar rumah dan langsung menanyakan kenapa tadi tidak dikasi masuk oleh WI. Korban yang masih berada dibalik pintu sedang menguping, langsung keluar sambil memaki kakaknya sendiri dengan kata kotor.

Wiwik yang terkejut dan tidak terima dimaki adeknya, langsung mendatanginya guna menanyakan maksud dan tujuan adeknya. Tidak senang ditanya, WI kembali memaki kakaknya sambil merobek baju kakaknya, sehingga terjadi cekcok mulut.

Putra yang saat itu sedang tidur dan mendengar suara ribut-ribut, langsung menuju keluar dan melerainya sambil membentak istrinya. Tidak terima dengan suara bentakan, WI pun menghubungi suaminya RB (50) yang saat itu sedang bekerja sebagai penarik betor.

Mendengar laporan dari istrinya, RB pun pulang dengan bergegas menuju rumah. Tibanya di rumah, RB langsung menyerang Putra, begitu juga dengan DA (20) anak dari pasangan RB dan WI. Melihat sang suami kalah dan berada di bawah, Wiwik pun langsung membantu dengan memisahnya. Namun hal yang tidak terduga terjadi, karena WI kembali menyerang Wiiwik dengan membantingnya kebawah dan menginjak nginjak pungung dan perut. Merasa belum puas, WI kembali menyakar mata, sehingga mengalami luka gores.

“Suami saya di keroyok hingga luka luka dan tangan bengkak akibat dipijak. Sementara saya mengalami sakit di pundak, perut dan mata,”jelas Wiwik.

Warga yang melihat ada keributan, langsung melerainya sehingga korban dan pelaku berhenti ribut dan kembali masuk kerumah masing masing.

Korban yang mengalami luka luka karena dikeroyok ke 3 pelaku, memberi kesempatan waktu untuk menunggu niat baik pelaku untuk meminta maaf kepada korban. Namun sampai esok harinya ke 3 pelaku juga tidak mendatangi korban, sehingga korban akhirnya mengambil keputusan untuk melaporkan ke 3 pelaku kepolisi.

“Pelaku WI adalah adek istri saya, kami tinggal satu rumah Milik orang tua, tapi kami tinggal di depan. Dan mereka menghajar kami seperti menganggap kami musuh besarnya dan seperti orang lain. Setelah ribut WI memanggil kawanya datang kerumah, mungkin mau menghajar saya lagi,” jelas Putra saat membuat laporan di Polsek Delitua Jumat (26/4/2019). (Deno)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy