PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Wali Kota Hadiri The First (1st) International Conference of Nasopharyngeal Carcinoma

0 115

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Medan – Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menghadiri The First (1st) International Conference of Nasopharyngeal Carcinoma di Hotel Grand Mercure Jalan Sutomo, Jumat (7/12/2018). Diharapkan Wali Kota, acara ini menjadi momen yang sangat baik bagi para praktisi kesehatan untuk saling bertukar ilmu pengetahuan dan wawasan. Apalagi event ini dihadiri sekitar 300 pakar yang mendalami bidang ilmu onkologi (bidang medis yang mempelajari dan merawat kanker) dari dalam dan luar negeri.

Wali Kota Medan mengatakan bahwa hingga saat ini berbagai upaya promotif, preventif dan kuratif telah dilakukan untuk kasus nasofaring karsinoma. “Dunia kesehatan masih terus mencari penyebab utama yang memicu terjadinya kanker nasofaring. Upaya tak kenal lelah juga terus dilakukan para praktisi kesehatan untuk bersinergi mencari obat yang paling efektif untuk perawatan kanker nasofaring ini,” ungkapnya.

Sebelum menyampaikan sambutannya, Wali Kota lebih dulu memberikan cindera mata kepada para dokter maupun peneliti kanker berupa miniatur rumah adat Batak Toba sebagai bentuk apresiasi dan ucapan selamat datang seluruh peserta.

- Advertisement -

Seminar ini berlangsung 6 – 7 Desember digelar Pusat Unggulan Iptek Karsinoma Nasofaring Universitas Sumatera Utara (PUI KNF USU) bekerja sama dengan Indocafe Foundation. Seminar yang mengusung tema, “Healthier and Happier Life with Better Understanding of Nasopharyngeal Carcinoma” diikuti para peneliti dan ilmuan dari sejumlah negara seperti Amerika, Swiss, Jepang, Singapura, Hongkong, Thailand, Malaysia dan Philipina.

Sementara itu menurut Dr dr Farhat M.Ked selaku Ketua Panitia The1st International Conference of Nasopharyngeal Carcinoma, Karsinoma Nasofaring (KNF) adalah jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut.

Dia menambahkan, saat ini penyakit kanker itu makin banyak dijumpai di tengah masyarakat Indonesia. Hal ini diperparah dengan masyarakat yang tidak mempunyai pengetahuan tentang gejala dini dari penyakit ini. (Pnc-1)

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy