PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Tuan Danhil Malik Dikukuhkan Sebagai Datuk Bandaro dan Ketua LKA Ujung Batu

0 47

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM,Rohul – Prosesi Adat Pengosahan dan Pengukuhan Tuan Danhil Malik M.SI Sebagai Datuk Bandaro dan Ketua Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Ujung Batu digelar di Balai LKA Ujung Batu, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (06/03/2019).

Acara itu dihadiri oleh Asisten lll mewakili Bapak Bupati Rokan Hulu H.Sukiman, Ketua MKA LAMR Rokan Hulu Rafli, Kepala OPD Lingkungan Pemkab Rokan Hulu, Unsur Forkopimda, Ketua LAMR Rokan Hulu Zulyadaini, Ketua LKA Se Rokan Hulu, Dandim 0313/KPR, Kalapas, Kemenag, Kejari, Ketua Pengadilan Negeri, Kapolres Rokan Hulu AKBP M.Hasyim Risahondua S.IK, M.SI, Kapolsek Ujung Batu Kompol Edward Palis ST, Camat Ujung Batu, dan juga Ninik Mamak pemangku Adat dari 5 suku yang yang ada di Kecamatan Ujung Batu, Tokoh Agama, serta undangan lainnya yang ada di Ujung Batu.

Pembukaan prosesi Adat Pengesahan dan Pengukuhan di awali dengan makan bersama dengan seluruh Tamu Undangan, dan dilanjutkan dengan pidato dari Ketua Panitia Jufrendri, dalam sambutannya Jufendri mengatakan, Pengosaman dan Pengukuhan Datuk Bandaro Ujung Batu tersebut dalam rangka Pergantian Datok Bandaro lama H.Hakam yang sudah menjabat 36 tahun (1982-2018), dan digantikan penerus dari Keluarga Suku Melayu Godang yakni Dahnil Malik M.Si.

- Advertisement -

“Selain dilantik menjadi Datok Bandaro di Kecamatan Ujung Batu, Danhil Malik M.SI juga dinobatkan sebagai Ketua LKA Ujung Batu, yang akan di amanahkan masa bakti 2019-2023, Penobatkan Dahnil Malik M.SI sebagai Datuk Bandaro serta Ketua LKA Ujung Batu yang dilaksanakan dengan acara beradat, yang bertujuan agar menjadi Sejarah untuk pertama kalinya dilakukan acara adat mongosang secara Besar-besaran yang dilaksanakan di Balai LKA Ujung Batu, supaya dengan pergantian Mamak Godang di Ujung Batu dapat terlaksana kegiatan sehari-hari seperti acara hari ini,” jelas Jufren.

Kemudian, Pengosaman Datuk Bandaro diawali dengan penyerahan amanah sebagai Datuk Bandaro dari Keluarga Suku Melayu Godang kepada Dahnil Malik, dilambangkan dengan pemasangan Peci Hitam, dilanjutkan dengan Pengukuhan Dahnil Malik sebagai Ketua LKA Ujung Batu masa bakti (2019-2023), dan dikukuhkan langsung oleh MKA LAMR Rohul, T.Rafli Armien, S.Sos Gelar T.Majolelo, Sebagai tanda Pengukuhan Sah T.Rafli Armien pasangkan tanjak.

Sedangkan Ketua DPA LAMR Rohul, Zulyadaini beri gelar Datuk Saudagar Rajo dengan memasangkan selempang, Asisten III pasangkan Keris kepada Dahnil Malik.

Selanjutnya, setelah Pengukuhan selasai dalam sambutannya Dahnil Malik, M.Si gelar Datuk Bandaro menjelaskan prosesi Adat Mongosam atau pengukuhan yang pertama kali dilaksanakan di LKA, karena pelaksanaannya biasa dilakukan di rumah Tuo masing-masing suku, Upacara adat turun-tumurun ini menunjukkan keberadaan adat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, bahkan adat termasuk dalam Tali Bupilin Tigo, yakni Ninik Mamak dengan adatnya, Alim Ulama dengan tunjuk ajaran agamanya, dan Pemerintah dengan kekuasaannya.

Dahnil juga menegaskan kegiatan Adat ditingkat LKA sudah lama pakum, ini disebabkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap adat yang ada di daerah Rokan Hulu ini, terutama di Ujung Batu.

“Kepada pemerintah kami meminta supaya bantuan untuk kegiatan adat kembali dianggarkan, agar kegiatan adat ditingkat LKA dapat berjalan lancar,” Harapan Dandim Lpernah ada diposkan melalui Dinas pariwisata dan Kebudayaan, namun setelah beberapa tahun ini terhenti. Jadi kami harap supaya dapat diperhatikan lagi,” Harap Dahnil.

Dengan dikukuhkannya Dahnil M.Si sebagai Ketua LKA Ujung Batu, 5 (Lima) tahun kedepan menjadi pimpinan Kerapatan Adat ataa 5 suku yang ada di Ujung Batu Tanah Bulobih, yakni Suku Melayu Godang, Suki Caniago, Suku Meniliang Tengah, Suku Melayu tongah, dan Suku Melayu Kecil.

Selanjutnya, dalam acara adat tersebut juga diceritakan asal usul nama Ujung Batu, yang menurut cerita warga tempatan dari kebiasaan masyarakat tempatan turun ke sungai dengan berpegangan pada ujung-ujung bebatuan Besar yang ada di tebing sungai.

Sementara asal usul Ujung Batu Tanah Bulobieh, bukan berarti tanah yang tidak bertuah, melainkan wilayah yang berlebih dari kekuasaan Datuk Bandaro Tuo diberikan kepada adiknya Datuk Bandaro Mudo.(Theresia)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy