PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Rossi: Marquez Hancurkan MotoGP

0 37

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Argentina – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez memberikan pembelaan diri dari tuduhan rider Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi yang menganggapnya sengaja ingin membuatnya terjatuh di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina pada Minggu (8/4/2018).

Dalam balapan ini, Marquez memang diketahui melakukan manuver agresif kepada beberapa rival, termasuk Rossi. Marquez hendak menyalip Rossi di Tikungan 13 pada Lap 21 untuk merebut posisi ketujuh, namun keduanya justru bersenggolan dan Rossi pun terjatuh.

Peristiwa ‘Termas Clash’ ini pun cukup mirip dengan ‘Sepang Clash’ pada 2015 lalu, di mana kala itu ‘peran’ mereka terbalik.

- Advertisement -

Dalam balapan di Sepang, Malaysia, keduanya bersenggolan dan Marquez lah yang terjatuh. Apakah Marquez takut peristiwa di Argentina ini kembali menimbulkan kontroversi?

“Jujur saja, saya tak peduli. Saya hanya fokus pada garasi saya dan saya tahu apa yang terjadi. Tentu hari ini saya melakukan beberapa kesalahan. Beberapa dari kesalahan ini dari Race Direction dan beberapa adalah kesalahan saya sendiri. Saya memahaminya dan saya akan mencoba memperbaikinya di masa depan,” ujarnya kepada MotoGP.com.

Meski hasil akhirnya benar-benar di luar dugaan, Marquez tetap puas bisa mengonfirmasi performanya dalam balapan ini, mengingat ia mampu naik dari posisi 19 menuju ke posisi lima. Hanya saja, hukuman mundur 30 detik membuatnya harus puas dinyatakan finis di posisi 18.

“Saya rasa saya sudah melakukan segalanya dengan baik dan saya sangat puas atas jalannya balap karena ritme saya terbukti sangat baik. Tapi Anda tahu sisanya, saya hanya fokus dan ngotot 100%. Vale juga tampil ngotot, tapi dulu ia juga pernah menjadi rider berusia 25 tahun dan semua orang akan ingat itu,” tuturnya.

Berkat insiden ini, Rossi pun melontarkan kritikan tajam kepada Marquez, menuduhnya berusaha menghancurkan nilai persaingan MotoGP dan menyatakan enam kali juara dunia ini tak punya rasa hormat kepada rivalnya. The Doctor juga tak ragu-ragu menyatakan pendapatnya bahwa Marquez memang sengaja berharap para rivalnya berjatuhan.

“Selama berkarir, saya tak pernah dengan sengaja melaju lurus ke seorang rider dan membuatnya jatuh. Saya selalu coba menghindari hal ini. Tentu kadang saat menyalip Anda bisa sangat dekat, kadang juga bisa ‘bersih’. Apa yang terjadi dengan Vale adalah kesalahan, sebuah konsekuensi dari kondisi lintasan karena ban depan saya terkunci. Tapi saya rasa apa yang ia katakan soal saya adalah salah,” pungkas Marquez. (bln/dapot)

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments
Loading...