PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Mobilitas Warga Marelan Masih Tinggi, Plt Walikota Medan Kembali Turunkan Tim Penertiban

0 49

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Medan – Pemko Medan kembali menurunkan Tim Sosialisasi Maskerisasi dan Penertiban Kafe, Rumah Makan, Tempat Hiburan serta Pusat Perbelanjaan di Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (18/4/2020) malam. Pasalnya, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi ingin memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di kawasan tersebut. Padahal selama ini tak satupun kasus Covid-19 ditemukan di Medan Marelan, tapi kini sudah ditemukan ada warga yang masuk dalam status pasien dalam pengawasan (PDP).

Kondisi ini terjadi karena mobilitas warga di Kecamatan Medan Marelan masih sangat tinggi di tengah pandemi Covid-19 menerpa Kota Medan. Seluruh tim yang terdiri dari unsur Satpol PP Kota Medan, Dinas Pariwisata, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan serta jajaran Kecamatan Medan Marelan, Akhyar minta agar dapat mensosialisasikan dengan baik akan pentingnya mengenakan masker.

Dikatakan Akhyar, jika warga yang sudah terpapar Covid-19, maka percikan ludahnya saat berbicara, bersin maupun buang ludah sudah mengandung virus. Untuk menghindari terjadinya penularan, jelas Akhyar, mengenakan masker sehingga ada filter yang telah melindungi wajah dan hidung sehingga virus Corona tidak sampai masuk dan menginfeksi dalam tubuh.

- Advertisement -

“Dengan mengenakan masker insya Allah dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19. Atas dasar itulah guna menyelamatkan masyarakat, maka pemerintah mewajibkan masyarakat untuk mengenakan masker, terutama saat berada di luar rumah,” ungkapnya.

Usai apel, tim yang dipimpin Kasatpol PP M Sofyan, Kadis Pariwisata Agus Suriono, Kabag Tapem M Ridho Nasution dan Camat Medan Marelan M Yunus langsung melakukan sosialisasi dan penertiban. Bagi warga yang tidak mengenakan masker langsung diberikan masker untuk dipakai langsung.

Saat melintas di Pasar Marelan, tim sempat marah karena pedagang ayamb potong tidak mengenakan masker. Setelah itu Bakso Rusuk Hen’vi di Jalan Marelan Raya masih melayani pembeli untuk makan di tempat. Tim langsung membubarkannya dan seluruh bangku ditempatkan di atas meja agar tidak dipergunakan.

Prosesi sosialisasi dan penertiban dilakukan dua tim berjalan lambat, sebab mobilisasi warga di jalan sangat tinggi sehingga mengganggu kelancaran arus lalu-lintas. Kondisi ini tentunya sangat mengherankan tim. Sebab, mobilitas warga di kecamatan lain sudah jauh berkurang akibat takut terpapar Covid-19.(Pnc-1)

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy