PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Mabes Polri Gelar Sosialiasi Tangkal Hoax dan Intoleransi di Ponpes Darus Syifaa Sumatera Utara

Sumbang Pembangunan Asrama Putri Ponpes Darus Syifaa

0 535

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Sunggal – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) melakukan sosialisasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Darus Syifaa Sumatera Utara Jl. Sei Mencirim, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (7/11/2018) sekira pukul 10.00 Wib. Kegiatan itu bertemakan “Silaturahmi & Talkshow; Cara Mudah Tangkal Isu Hoax, Intoleransi dan Radikalisme Menuju Pemilu 2019 Damai Dalam Bingkai NKRI”.

Tampak hadir Direktur Keamanan Negara (Dirkamneg) Mabes Polri Brigjen Djoko Mulyono yang diwakili AKBP Suhaimy beserta rombongan, Waka Polsek Sunggal AKP Enan Surbakti, Kanit Binmas Polsek Sunggal M.Subakir, Pimpinan Ponpes Darus Syifaa Abuya DR. Adil Akhyar, guru-guru Ponpes berserta santri/santriwati.

Dalam pesannya, Direktur Keamanan Negara (Dirkamneg) Mabes Polri Brigjen Djoko Mulyono menyampaikan silaturahmi ini merupakan media komunikasi dan pendekatan antar ummat, ulama dan umaro, santri/santriwati dalam upaya menjaga keamanan, kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

- Advertisement -

“Saya ingin menyampaikan bahwa isu seputar SARA akan selalu menjadi momok yang menakutkan bahkan mengerikan bagi perjalanan bangsa Indonesia yang majemuk ini. Sejarah bangsa telah mengajarkan kita beberapa kejadian konflik horizontal dengan mengusung isu SARA untuk memerangi sesama. Masih ada dingatan kita, bagaimana perang saudara terjadi di Poso, Ambon dan Sampit. Korbannya yang berjatuhan tidak hanya pemuda yang gagah perkasa namun menyasar hingga kepada anak-anak, bahkan orang tua sekalipun, kehilangan nyawa,tempat tinggal bahkan yang lebih menyakitkan adalah kehilangan keyakinan untuk kembali bangkit karena ditutupi oleh apriori kebencian dan dendam kesumat,” ujar Dirkamneg Mabes Polri Brigjen Djoko Mulyono yang dibacakan AKBP Suhaimy.

Lanjutnya, SARA diakui atau tidak, bisa dipastikan selalu menjadi pusat perhatian, unsur SARA nyaris senantiasa menjadi pemicu utama konflik-konflik yang mengemuka di bangsa ini, dan bahkan nyaris seluruh bangsa di dunia ini juga demikian, tak peduli dimanapun daerahnya.

“Terlebih lagi di dunia maya atau di media sosial. Saat ini dengan mudah dapat kita jumpai isu-isu seputar sara yang syarat dengan cara belanda yaitu “devide at impera” atau tehnik adu domba. Di media sosial, seperti: facebook, twitter, instagram, dan sejenisnya, saat ini sedang benar-benar gaduh. Berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hatespeech), fitnah, dan sejenisnya nyaris menjamur di media sosial. Yang lebih parahnya lagi, antar etnis dan bahkan antar-agama seolah memang sengaja ingin dibenturkan satu sama lain oleh segelintir orang yang memiliki kepentingan tertentu,” terangnya.

Mengatasi masalah itu, Mabes Polri berharap masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas, dengan tidak mudah menelan informasi secara mentah-mentah. Juga perlu memahami spirit persaudaran universal.

“Dalam Islam, spirit ini diantaranya ialah pertama, bahwa manusia diciptakan memang tidak dalam keadaan tunggal alias majemuk. Kemajemukan ini bertujuan agar kita saling mengenal. Kemuliaan manusia dinilai bukan atas dasar cantik, tampan, jelek, putih, hitam dan sejenisnya. Akan tetapi, manusia dinilai dari ketakwaannya (QS Al-Hujurat ayat 13,red),” ungkapnya.

Ditambahkan AKBP Suhaimy, bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegaitan yang pernah dilakukan sebelumnya. Dimana Polri ingin ada kerjasama yang baik antara aparat keamanan dengan elemen masyarakat terumata pondok pesantren.

“Pondok pesantren ini bisa kita jadikan garda terdepan dalam menjawab perkembangan situasi yang kita alami saat ini dimana banyaknya berita hoax, meningkatnya rasa intoleransi,” ungkapnya .

Harapan Polri, lanjut Suhaimy mengatakan ponpes, kampus dan pelajar dilibatkan bersama-sama untuk mencermati situasi saat ini dengan sebaik-baiknya demi keutuhan NKRI, terutama menjelang Pemilu 2019.

“Untuk menekan hoax kita melakukan berbagai cara, antara lain melakukan komunikasi yang baik dengan elemen masyarakat seperti HMI, ormas-ormas Islam lainnya, Pondok pesantren yang kita anggap punya potensi sebagai duta Kamtibmas untuk kepentingan kita bersama.

Selain melakukan sosialisasi, Mabes Polri juga memberikan bantuan untuk pembangunan Asrama Putri Ponpes Darus Syifaa Sumatera Utara, tukasnya.

Sementara, Pimpinan Ponpes Darus Syifaa, Abuya DR. Adil Akhyar sangat mengapresiasi perhatian dan kunjungan Mabes Polri ke Ponpes Darus Syifaa.

“Wah luar biasa, Polri kali ini luar biasa. Pesantren sekecil ini mendapat perhatian untuk membuat giat silaturahmi dalam program Pilres damai, Indonesia damai. Menurut saya yang punya pondok pesantren sekecil ini, ini luar biasa, karena biasanya mereka hanya mengunjungi pondok pesantren yang besar-besar,” katanya..

Adil Akhyar berharap melalui kunjungan Ditkamneg Mabes Polri, mampu mendukung terciptanya Pemilu damai dengan tidak adanya radikalisme dan intoleransi tumbuh di lingkungan pondok-pondok pesantren.

“Harapannya kegiatan ini membuahkan Pilres yang damai dan Indonesia yang damai. Tidak ada radikalisme di pondok-pondok pesantren dan tidak ada intoleran lahir dari pondok-pondok pesantren. Akan muncul orang-orang yang cinta damai, yang menjadi rahmatan alamin untuk menjaga NKRI ini,” tukasnya.

lanjut Adil menjelaskan Ponpes Darus Syifaa telah memiliki pembelajaran ahklak untuk para santri-santri guna menangkal sikap intoleransi.

“Sedangkan pembelajaran bela diri yang diterapkan dalam ponpesnya bukan bertujuan untuk mencapai nilai-nilai radikalisme melainkan menciptakan nilai-nilai kasih sayang kepada sesama umatnya dan kepada seluruh warga Indonesia,” sebutnya.

Kegiatan selanjutnya ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolik dari Mabes Polri dan foto bersama. (Fernando)

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...