PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Kecewa Dengan Polres Taput, Keluarga Candra Simamora Mengadu ke Poldasu

0 146

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM,Medan-Keluarga Candra Simamora, Senin (16/9/2019) mengadu ke Poldasu terkait kasus kematian korban warga Desa Pantis Kecamatan Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang terjadi Minggu (1/9/2019) lalu di pinggir Jalan Tarutung – Siporok Desa Pancurnapitu Kecamatan Siatas Barita Taput.

Keluarga korban, diwakili adik kandung almarhum Candra Simamora, Juswadi Simamora dan Tardas Zulfadli Simamora, SH. datang langsung mengadu ke Mapoldasu karena kecewa dengan Polres Taput pimpinan AKBP Horas Marasi Silaen yang menangani kasus ini.

Keluarga korban mengadu kepada Kapoldasu, Irwasda Poldasu dan Propam Poldasu. Selain itu, pihak keluarga korban juga mengadukan kasus ini ke Mabes Polri, melalui surat pengaduan yang dilayangkan via Pos.

- Advertisement -

Juswadi Simamora saat ditemui di Mapoldasu kepada wartawan menyebutkan, kedatangan mereka adalah mengadu ke Kapoldasu karena kecewa atas penanganan yang dilakukan Polres Taput terkait kasus kematian abang kandungnya, Candra Simamora yang terjadi 1 September lalu. Menurutnya pihak Polres Taput terkesan tidak serius dan tidak maksimal menangani kasus ini.

“Sudah dua pekan kasus kematian abang saya terjadi, namun belum ada tanda-tanda bakal terungkap. Pihak Polres Taput pun cq Reskrim dan Lantas terkesan “over bola”, bekerja setengah hati menangani kasus ini,” ujar Juswadi.

Juswardi berpendapat demikian, sebab sehari setelah kejadian, atau Senin (2/9) pukul 18.00 WIB, Polres Taput melalui Kasat Reskim AKP Zulkarnain SH dalam gelar perkara di Gedung Tri Brara Polres Taput, dan didukung hasil visum menyimpulkan korban diduga tewas akibat Laka Lantas. Karenanya pihak Polres sempat merilis bahwa kasus dugaan tindak penganiayaan terhadap korban sempat dinyatakan SP3 (Surat Penghentian Penyelidikan Perkara).

“Setelah kasus ini dimuat di media massa, pihak Polres melalui Kasubag Humas Aiptu Sutomo Simaremare baru memuat keterangan di media massa, bahwa kasus kematian Candra belum dipastikan akibat laka lantas, dan pihaknya tetap melakukan pengusutan,” ujannya lagi.

Kasus yang menimpa Candra Simamora terjadi Minggu (1/9/2019) dinihari lalu. Ia semula pergi ke minum-minum di kafe di kawasan Desa Pancurnapitu dengan temannya marga Srg. Diduga karena pembayaran minum mereka kurang, temannya pergi ke arah Tarurung untuk mengambil uang di ATM. Namun ketika Srg kembali, ditemukan Candra tergelatak di pinggir jalan Tarutung-Sipirok Desa Pancurnapitu Kecamatan Siatas Barita Taput.

Saat ditemukan, tubuh korban penuh luka. Candra ketika itu masih bisa berkomunikasi. Bahkan di Puskesma Onanhasang, tempat ia pertama kali mendapat perawatan, korban saat ditanya pihak keluarga disaksikan paramedis Puskesmas menyebutkan kalau ia bukan kecelakaan tapi karena dipukuli. Hanya saja korban tidak menyebutkan siapa yang memukulinya.

Karena luka yang dideritanya sangat serius, Candra kemudian dibawa ke RSUD Tarutung. Namun hanya beberapa jam dirawat, atau sekira pukul 08.45 WIB, ia meninggal dunia.(Hls)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy