PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Kapolres Simalungun Diminta Usut dan Tangkap Pengusaha Pembangunan Ruang Serba Guna SKM

0 133

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Simalungun-Masyarakat Muslim Perumnas Batu Anam mulai resah pasalnya pengerjaan pembangunan Ruang Serba Guna Serikat Kaum Muslimin (SKM) yang berada di lingkungan Masjid Al Ikhlas Jalan Mahoni Raya Nagori Sitalasari Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun diduga asal jadi juga kuat dugaan adanya penggelembungan harga bahan material yang digunakan.

Pembangunan ruang serba guna SKM yang menggunakan dana masyarakat sebesar seratus sebelas juta rupiah hingga kini belum ada laporan pertanggungjawaban dari pihak pengusaha.

Saat dikonfirmasi awak media, terkait tidak adanya Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pihak pengusaha hanya membuang badan dengan langsung mengarahkan awak media untuk menanyakan langsung kepada ketua SKM.

- Advertisement -

“Maaf pak, saya tidak tahu masalah itu, tanyakan saja langsung kepada Ketua SKM,”jawabnya.

Sementara Ketua SKM, Nasaruddin Lubis sebelumnya kepada awak media mempersilahkan untuk mengusut dugaan penyalahgunaan dana masyarakat tersebut.

“Silahkan saja diusut, dan kalau memang bisa membuktikan ya silahkan saja,”ujar Nasaruddin.

Hal inilah yang membuat warga muslim Perumnas Batu Anam resah dengan sikap ketua SKM yang seolah – olah menutupi penggunaan dana masyarakat yang dikumpulkan dari setiap blok, dan masyarakat mendesak dan berharap aparat Penegak Hukum (Kapolres Simalungun) menangkap dan mengusut adanya dugaan Korupsi dana masyarakat dikarenakan belum adanya laporan pertanggung jawaban dari pihak pengusaha tentang pembelian bahan-bahan yang digunakan.

Menurut informasi yang didapat awak media dari salah satu peserta rapat pembentukan panitia dan pembahasan rancangan pembangunan yang tak ingin disebutkan, menurutnya memang telah disepakati upah pengerjaan pembangunan ruang serba guna SKM tersebut sebesar tiga puluh juta rupiah.

“Kalau upah kerja yang kami dengar dan sudah disepakati tiga puluh juta mas, tapi kalau sampai menggunakan dana sebesar seratus sebelas juta rupiah udah tak masuk diakallah mas, masa bahannya aja sampe 81 juta padahal cuma besi kosong yang petak,”ujarnya.

Sementara salahsatu pengurus perwiridan diperumnas batu anam A (45) saat dikonfirmasi awak media, sangat menyambut baik untuk mengusut tuntas tentang penyelewengan dana masyarakat yang telah bersusah payah mengumpulkan dari setiap blok,

“kalau untuk kepentingan masyarakat apasalahnya diusut tuntas, sayapun heran kenapa tidak melibatkan semua panitia, apa jangan jangan ada permainan,”tanyanya.

“ini jelas membuat masyarakat muslim perumnas ini sangat kecewa, masalahnya dana sebesar itu dikumpulkan dari masyarakat sangat lama hingga berbulan-bulan,”jelasnya lagi.

“kami sangat mengharapkan laporannya, karena kami rasa banyak keganjilan diproyek ini, seperti berapa bahan yang dibeli, kalau mereka borongan tidak ada kontrak kerja yang disepakati, dan anehnya lagi tidak ada klarifikasi dari pihak pengurus SKM,”tambahnya lagi.

Hingga saat ini pihak Panitia belum juga mendapat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari Pengusaha.(Tim)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy