PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Kampoeng Djadhoel, Gelap dan Rawan Kriminalitas Jadi Destinasi Wisata di Semarang

0 114

- Advertisement -

 

PATROLINEWS.COM, Semarang – Awalnya merupakan daerah yang gelap tanpa fasilitas penerangan jalan, banjir dan marak kriminalitas, membuat warga Kampung Batik Tengah, RT. 04 RW II, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Timur, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah bangkit untuk berbenah dengan swadaya dari warga. Kini daerah itu menjadi destinasi wisata Kota Semarang dan dikunjungi artis-artis ibukota, bahkan turis manca negara.

Kampung Batik Tengah saat ini dikenal dengan sebutan Kampoeng Djadhoel sejak dibenahi pada 29 April Desember 2017 lalu.

- Advertisement -

“Awalnya tempat ini gelap dan banyak kriminalitas. Dimana warga lingkungan kita resah karena ada yang dimaling, dirampok dan dibunuh. Pelakunya bukan warga sini, melainkan dari luar. Tepatnya pada Desember 2016 lalu, warga berinisiatif untuk swadaya membuat agar lingkungan kita terang dan dinding-dinding rumah kita mural (lukis) dengan motif batik,” jelas Dwi Christianto, Ketua RT. 04/RW II, Kampung Batik Tengah, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Timur, Kota Semarang kepada rombongan Humas dan Wartawan Unit Pemko Medan, Rabu (28/11/2018) pukul 11.00 Wib.

Konsep melukis rumah warga dengan motif-motif batik di Kampung Batik Tengah, RT. 04 RW. II selanjutnya ditiru RR/RW lainnya.

Seiring pembenahan warga, bantuan pemerintah kemudian turut menyentuh daerah Kampung Batik Tengah. Jalan-jalan yang sebelumnya digenangi banjir, dibangun dan ditinggikan melalui dana APBD Kota Semarang.

“Pembenahan ini seluruhnya belum selesai dan kita masih terus berbenah. Karena membutuhkan biaya maka kita juga membuat kotak sumbangan. Kendati sudah ada bantuan dana CSR PLN, namun tidak banyak. Jadi saat ini kita mengandalkan kotak sumbangan dari pengunjung itu sekarang,” katanya.

Konsep batik disetiap rumah warga yang dihuni 25 kepala Keluarga (KK) itu membuat Pemko Semarang menjadikan Kampung Batik Tengah sebagai Kampung tematik, yakni kampung yang bertema.

Dampaknya, pendapatan warga menjadi meningkat. Selain menjual batik, souvenir, ada juga warga yang membuka pelatihan membatik untuk segala tingkatan usia.

Sementara, Kabag Humas Pemko Medan Ridho Nasution yang diwakili Kasubbag Humas Pemko Medan, Hendra Tarigan S.Sos berharap Sentra Batik Medan yang diperkenalkan Ketua TPPK Hj Maharani dapat meniru tindakan Kampung Batik Semarang untuk mendatangkan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara nantinya. (Pnc-1)

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments
Loading...