PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Jokowi Perintahkan Segera Pembangunan Pariwisata Danau Toba

0 29

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM,Tobasa-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan agenda kunjungan kerja di Sumatera Utara (Sumut) ke Sibisa, Tobasa, Selasa (30/7/2019), setelah sehari sebelumnya mengunjungi Humbahas dan Tapanuli Utara (Taput).

Disampaikan Jokowi, bahwa pengembangan dan pembangunan kawasan wisata Danau Toba dijalankan bertahap. Dimulai dari lokasi seluas 386 hektare di Tobasa, yang sudah selesai pengadaan lahan. Tempat tersebut juga menjadi otorita dari BPODT untuk dikelola dengan baik, mengundang investor untuk masuk. Sehingga dirinya memerintahkan agar secepatnya dimulai pengerjaan.

“Baik itu yang tanggung jawab pemerintah, (seperti) infrastruktur jalan dan lain-lain. Kalau ini sudah mulai. (Kalau) investornya nggak mulai-mulai (juga), stop, ganti. Saya sekarang sudah tegas-tegas begitu. Kalau tidak, kapan mulainya,” ujar Jokowi kepada awak media di lokasi kunjungan The Kaldera, Toba Nomadic Escape, penginapan berkonsep nomaden.

- Advertisement -

Untuk pengembangan sendiri di lokasi tersebut, Jokowi menyampaikan akan ada hotel bintang 4 hingga bintang 5. Termasuk resort, padang golf, serta fasilitas pertemuan. Begitu juga untuk jenis wisata, seperti air danau, alam/hutan, kebun, air terjun, rohani serta lainnya. Sehingga menurutnya, semua sudah lengkap dan dapat dinikmati di sekitar areal tersebut. “Wisata juga komplit. Ya, tempat yang sangat bagus kayak gini gampang mencari investor,” puji Jokowi.

Tahap pertama lanjut Jokowi, akan diselesaikan di daerah Tobasa. Berikutnya menyusul Humbahas yang dipersiapkan lahan 533 ha. Sehingga dikerjakan bersama, untuk mengundang wisatawan sebanyak mungkin.

Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono menambahkan bahwa semua akses dari satu lokasi ke lokasi lain akan disiapkan sesuai rencana. Untuk anggarannya pada 2020 mendatang bahkan sudah dialokasikan sebesar Rp2,4 triliun di kawasan Danau Toba.

“Yang paling besar (untuk saat ini), Tobasa dan Samosir. Karena ada banyak kegiatan seperti jalan lingkar, dermaga Tomok, Pangururan. Ada Desa Ulos, Waterbond City. Untuk Tano Ponggol, jembatannya sedang jalan (proses pembangunan). Tadinya 25 meter (lebar aliran air), sekarang mau dijadikan 80 meter. Supaya perahu bisa keliling (Danau Toba),” jelasnya, sambil menunjukkan bahan paparan rencana dan anggaran pembangunan oleh Kemen PU-PR.

Sedangkan untuk Tobasa, termasuk Simalungun, ada pengembangan lokasi sekitar dermaga di Ajibata. Kemudian menjadikan Desa Sigapiton di bawah Toba Nomadic Escape di Sibisa, sebagai desa wisata. “Ini seperti Parapat, nanti Pantai Bebas kita mau buat seperti ini. Termasuk kawasan pedestiran akan kita perbaiki. Jadi semua ada programnya” pungkas Basuki.

Sementara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengakui bahwa perintah Presiden kepada pemerintah provinsi adalah bagaimana untuk penyediaan lahan. Namun prinsipnya adalah dari bawah ke atas, atau melibatkan masyarakat.

“Ini kan tanah hutan lindung yang harus dilegalkan. Kan boleh dia menggunakan hutan lindung tetapi tidak boleh merusak kondisi hutan itu,” kata Gubernur.

Terkait koordinasi pembangunan yang terintegritas antar kabupaten se-kawasan Danau Toba, Edy menyebutkan setiap daerah punya perbedaan, namun tetap satu tujuan wisata. Dengan demikian katanya, akan banyak pilihan wisatawan.

“Inilah namanya terintegrasi. Baik dari pertama datang dari Silangit (bandara), ada juga yang turun di Sibisa. Ataupun nanti yang turun dari Kualanamu (bandara) menuju ke mari. Melintasi Deliserdang, Tebingtinggi, Siantar baru masuk ke mari,” jelas Gubernur.(Pnc-1)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy