PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

- Advertisement -

Mengandung Lemak Babi, DPRD Medan Pertanyakan Kelayakan Vaksin Rubella

0 27

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

PATROLINEWS.COM, Medan – Komisi B DPRD Medan mempersoalkan kelayakan Vaksin Campak – Rubella alias Vaksin Measles Rubella (MR) karena disebut-sebut mengandung babi.

Permasalahan ini diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Medan Rajuddin Sagala dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumut dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan di DPRD Medan, Kamis (06/09/2018).

“Apakah sudah diuji kelayakan kesehatan vaksin MR ini? Jika memang ada, kenapa masih ada juga korban yang mengalami sakit bahkan cacat setelah divaksin?” tanya Rajuddin.

- Advertisement -

Dinkes Medan yang diwakili dr Mimi mengatakan untuk kasus ini yang bertanggung jawab adalah pemerintah.

“Jika ada BPJS Kesehatan, pakai BPJS. Jika tidak ada akan ditangani oleh puskesmas dan jika rujukan rumah sakit, untuk Kota Medan rumah sakit rujukan di RS USU dan RSU Pirngadi Medan,” sebut dr Mimi.

“Apa tujuan pemberian vaksin ini, padahal sudah ada korban yang jatuh. Vaksin ini juga disebutkan mengandung babi yang bagi umat muslim haram. Ada pula surat edaran yang mewajibkan anak-anak sekolah wajib disuntik. Ini kan bermasalah,” sambung Jumadi.

Pada kesempatan itu, Jumadi yang merupakan Ketua Fraksi PKS DPRD Medan ini meminta surat edaran menkes soal sekolah mewajibkan siswa melakukan vaksin rubella. Sayangnya pihak dinkes mengaku tak membawa surat edaran tersebut.

Dr Mimi memaparkan vaksin rubella tetap diberlakukan lantaran menghindari dampak kematian akibat penyakit campak maupun rubella.

“Penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Ini juga berpengaruh pada janin.

Dampak dari ibu hamil yang tidak vaksin, bayi yang lahir akan cacat dengan ketulian, kebutaan, jantung yang bocor,” terang dr Mimi seraya menyebutkan vaksin MR ini berasal dari India.

Pihak BBPOM menambahkan, MUI sebelumnya menyatakan vaksin rubella dalam syariat Islam hukumnya mubah. Namun belakangan MUI memfatwakan haram karena mengandung babi.

“Tapi itu kan fatwa MUI, kalau dari BBPOM vaksin ini dinyatakan aman sesuai standar WHO dan memiliki izin edar,” kata perwakilan BBPOM. (Pnc-1)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

- Advertisement -

You might also like

- Advertisement -

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy