PATROLINEWS.COM
Memantau Anda !

Dinas PMD Sumut dan FAPDes Segera Tandatangani MoU Pendampingan Desa

0 72

PATROLINEWS.COM, Medan – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendukung penuh Gebyar Produk dan Jasa Unggulan Desa yang digelar Forum Akademisi dan Praktisi Desa (FAPDes). Selain itu, Dinas PMD Sumut dan FAPDes segera akan menandatangani MoU pendampingan desa.

Demikian disampaikan Kepala Dinas PMD Sumut, Dr.Hendra Dermawan Siregar S.STP,M.SP, didampingi Sekretaris Dinas PMD Sumut Drs.Marzuki MAP dan Kabid Pembangunan Kawasan Pedesaan Prama John Dirgantara Sembiring Meliala, S.STP, M.Si saat menerima audensi sejumlah pengurus FAPDes, antara lain Cahyo Pramono, MBA (Pengawas FAPDes), Dr. Rini Indahwati, Ak, M Si, CA (Ketua Umum FAPDes), Dr. Anggia Putri Lubis (Ketua Bidang Kelembagaan Desa & Kerjasama FAPDes) dan Junita Putri Rajana Harahap (Bendahara FAPDes) di Kantor Dinas PMD Sumut pada Selasa (15/3/2022).

Kadis PMD Sumut Dr.Hendra Dermawan Siregar menegaskan, Gebyar Produk dan Jasa Unggulan Desa sangat membantu pihaknya dalam hal mempromosikan produk dan jasa yang dihasilkan desa.

“Oleh sebab itu kita mengharapkan kontribusi pendampingan dari FAPDes untuk meningkatkan kemajuan desa-desa yang ada di Sumut, terutama Desa Wisata. Oleh sebab itu, Dinas PMD Sumut dan FAPDes akan segera menandatangani Memorandum of Understanding (MoU),” ujarnya.

Ketua Umum FAPDes FAPDes), Dr. Rini Indahwati, Ak, M Si, CA mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kerjasama Dinas PMD Sumut yang mendukung program kerja FAPDes.

“Kita apresiasi sambutan Kepala Dinas PMD Sumut, moga kerjasama ke depan semakin baik, dan kita sambut positif kesediaan Dinas PMD untuk menandatangani MoU dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Pemetaan Kendala KPPI Belawan

Pada saat yang bersamaan, Tim FAPDes yang terdiri dari Asmara Wildani, Ahmad Fauzi dan Mangasi Butarbutar melakukan pemetaan kendala yang dihadapi Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Belawan dalam mendorong produksi dan pemasaran produk ikan yang mereka hasilkan. Tim FAPDes yang diajak berkolaborasi oleh Bank BRI Wilayah dan Bank BRI Unit Belawan untuk memberi pendampingan, melakukan diskusi langsung dengan pengurus dan anggota KPPI Belawan, yang dihadiri Ketua KPPI Belawan Nilawaty dan sejumlah anggota lainnya.

Tumpal Pangaribuan dari Bank BRI Wilayah dan tim BRI Unit Belawan memaparkan program mereka dengan Pemko Medan yang akan menyalurkan pendanaan untuk membeli peralatan dasar yang dibutuhkan anggota KPPI dalam memproduksi Abon Ikan, Kerupuk Ikan dan produk lainnya. Lalu pengurus dan anggota KPPI Belawan menceritakan kendala yang mereka hadapi, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Lewat diskusi tersebut diketahui bahwa KPPI Belawan belum melakukan standarisasi produk, sehingga produk KPPI Belawan sulit menembus pasar, apalagi pasar modern. Untuk itu FAPDes akan merumuskan dalam waktu dekat materi pendampingan yang akan disampaikan FAPDes ke KPPI Belawan, baik mengenai tehnik produksi, teknologi yang digunakan, standarisasi, dinamika kelompok hingga pemasaran.

“Kami akan rembukkan lagi hasil diskusi hari ini dengan pengurus dan anggota KPPI Belawan di tingkat FAPDes. Model pendampingan seperti apa yang bisa diberikan FAPDes tentu akan kami kaji dengan segera. Kami akan petakan dulu kepakaran yang dimiliki FAPDes yang bisa memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh KPPI Belawan. Kalau masih dibutuhkan informasi tambahan, kami akan diskusi yang lebih intens lagi dengan pengurus dan anggota KPPI Belawan,” ujar Asmara Wildani.(Pnc-1)

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy