Pasar Aksara Sepi 5 Tahun, Pedagang Mengadu ke Ketua DPRD Medan: Wong Chun Sen Dorong Ubah Strategi Dagangan Jelang Ramadan
PATROLINEWS.COM,Medan – Kondisi Pasar Aksara yang dinilai semakin sepi dan meredup dalam lima tahun terakhir akhirnya sampai ke meja Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B. Perwakilan Perhimpunan Pedagang Pasar Aksara, Zulpan dan Haris Panjaitan, menyampaikan langsung keluhan tersebut dalam audiensi di ruang kerja Ketua DPRD Medan, Selasa (10/2/2025).
Dalam pertemuan itu, para pedagang berharap ada solusi konkret dari DPRD dan Pemko Medan agar Pasar Aksara kembali hidup dan aktivitas jual beli bisa berjalan normal seperti sebelumnya.
Zulpan mengungkapkan, minimnya jumlah pedagang yang direlokasi ke Pasar Aksara menjadi salah satu penyebab utama lesunya perputaran ekonomi. Kondisi pasar disebutnya sangat memprihatinkan karena pembeli pun jarang datang.
“Kondisinya seperti hidup segan, mati tak mau. Tidak ada perputaran ekonomi karena pembeli juga jarang datang,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Wong Chun Sen langsung menghubungi Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, untuk mencari titik terang. Dari komunikasi tersebut, muncul saran agar pedagang di Pasar Aksara mempertimbangkan perubahan jenis dagangan, dari barang basah ke barang kering.
Menurut Wong, lokasi Pasar Aksara yang berada di kawasan pendidikan dan permukiman dinilai kurang strategis untuk penjualan barang basah. Ia menilai adaptasi jenis usaha bisa menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali pasar tersebut.
“Karena berada di lingkungan kampus dan sekolah, maka yang lebih tepat adalah menjual barang kering. Tidak ada salahnya pedagang beradaptasi agar pasar bisa hidup kembali,” jelasnya.
Wong juga menekankan pentingnya percepatan solusi sebelum bulan suci Ramadan. Ia berharap para pedagang sudah bisa kembali aktif berjualan agar kebutuhan ekonomi keluarga dapat terpenuhi menjelang Idulfitri.
“Harapannya, Pasar Aksara bisa kembali bergerak dan menjadi sumber penghidupan bagi para pedagang,” katanya.
Lebih lanjut, Ketua DPRD Medan itu menegaskan akan menunggu laporan resmi dari Direksi PUD Pasar sebagai dasar pengambilan keputusan yang terbaik bagi para pedagang dan Pemerintah Kota Medan. Penataan ulang pasar berdasarkan segmentasi jenis dagangan dinilai menjadi salah satu opsi yang realistis.
“Kita ingin Pasar Aksara ditata sesuai dengan jenis dagangan yang tepat, agar pasarnya hidup dan tertib,” tegasnya.
Audiensi tersebut turut didampingi Staf Ahli Ketua DPRD Medan, Boydo H.K. Panjaitan dan Zainuddin Lubis. Para pedagang kini menanti langkah nyata agar Pasar Aksara tak lagi menjadi pasar yang “hidup segan, mati tak mau”, melainkan kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.