PATROLINEWS.COM,Medan,Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kinerja seluruh jajaran Pemko Medan atas capaian dua penghargaan nasional yang diraih menjelang peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30.
Apresiasi itu disampaikan Rico Waas usai membacakan amanat Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam upacara peringatan Hari Otda ke-30, Senin (27/4/2026), di halaman Kantor Wali Kota Medan.
“Ini bukan karya saya semata, tetapi kerja tim, kerja seluruh perangkat Pemko Medan, dari OPD, camat, lurah hingga seluruh jajaran. Terima kasih sebesar-besarnya untuk kita semua,” ujar Rico Waas dalam upacara yang diikuti Sekda Wiriya Alrahman, pimpinan perangkat daerah, camat, dan segenap ASN di lingkungan Pemko Medan.
Ia menegaskan, capaian tersebut hasil kerja kolektif yang dibangun secara konsisten. Karena itu, seluruh jajaran diminta terus mempertahankan, bahkan meningkatkan kinerja dengan orientasi utama pada pelayanan kepada masyarakat.
Beberapa hari terakhir, Pemko Medan mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Excellent City in Digital Public Services Transformation serta menjadi terbaik kedua kategori Creative Financing dari 154 kabupaten/kota se-Sumatera.
Penghargaan transformasi digital diberikan atas keberhasilan integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), termasuk implementasi Smarttax dan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang mendorong transparansi dan efisiensi layanan publik.
Sementara itu, capaian Creative Financing menunjukkan kemampuan Pemko Medan dalam mengelola pembiayaan alternatif, seperti penguatan BLUD dan pemanfaatan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), guna meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran.
“Yang terpenting bukan penghargaan itu sendiri, tetapi bagaimana seluruh kerja kita kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan publik yang lebih baik, cepat, dan responsif,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga membacakan amanat Mendagri yang menekankan bahwa peringatan Hari Otda menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan tahun ini mencerminkan komitmen untuk mengelola kemandirian daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus mendorong percepatan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mendagri menyoroti pentingnya integrasi perencanaan dan penganggaran antara pemerintah pusat dan daerah. Selama tiga dekade pelaksanaan otonomi daerah, ketidaksinkronan program masih menjadi tantangan yang berdampak pada tumpang tindih kegiatan dan rendahnya efektivitas pembangunan.
“Tanpa koordinasi yang baik, tujuan pembangunan nasional tidak akan tercapai secara optimal,” kata Rico Waas saat membacakan sambutan Mendagri.
Selain itu, pemerintah daerah didorong melakukan reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil (outcomes), bukan sekadar penyerapan anggaran. Penerapan digitalisasi terintegrasi dan inovasi daerah dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.
Rico Waas menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam birokrasi kini menjadi kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat dan efisien.
Di sisi lain, pemerintah daerah diminta memprioritaskan pemenuhan layanan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, dan sanitasi, guna mengurangi ketimpangan antarwilayah. Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian, termasuk melalui peningkatan kualitas tenaga kesehatan dan program pemenuhan gizi masyarakat.

