Site icon PATROLINEWS.COM

Anggaran Ramadhan Fair Medan Rp3 Miliar Disorot DPRD, Ketua Komisi II Minta Transparansi

PATROLINEWS.COM, Medan – Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Kasman Bin Marasakti Lubis, menyoroti pelaksanaan Ramadhan Fair XX Kota Medan 2026 yang digelar Pemerintah Kota Medan dengan total anggaran hampir Rp3 miliar.

Kasman menyampaikan, pada prinsipnya DPRD Kota Medan, khususnya Komisi II, mendukung kegiatan positif yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama bulan suci Ramadan di Kota Medan.

“Ramadhan Fair merupakan agenda tahunan di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan yang baik untuk mendorong perputaran ekonomi UMKM sekaligus memperkuat syiar Islam di Kota Medan. Namun dengan anggaran yang mencapai Rp3 miliar, tentu harus dipastikan penggunaannya transparan, efektif, dan benar-benar memberikan dampak nyata,” ujar Kasman saat dimintai keterangan wartawan, Selasa (24/02/2026).

Ia menegaskan bahwa Komisi II DPRD Medan akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk memastikan keterlibatan pelaku UMKM dari 21 kecamatan di Kota Medan berjalan secara adil dan proporsional.

“Kita ingin memastikan bahwa pelaku UMKM yang dilibatkan benar-benar merasakan manfaat, bukan hanya sekadar seremoni. Evaluasi harus dilakukan, baik dari sisi peningkatan omzet, pemberdayaan, maupun keberlanjutan usaha setelah acara selesai,” tegasnya.

Selain itu, Kasman juga meminta agar seluruh rincian anggaran kegiatan yang telah tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran.

“Transparansi adalah kunci. Karena ini menggunakan uang rakyat, maka masyarakat berhak mengetahui secara detail peruntukannya. Kita mendukung kegiatan ini, tetapi pengawasan harus tetap maksimal,” tambahnya.

Kasman berharap Ramadhan Fair tahun ini tidak hanya menjadi agenda hiburan dan seremonial semata, tetapi mampu menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

“Jika dikelola dengan baik, Ramadhan Fair bisa menjadi ikon ekonomi syariah dan wisata religi Kota Medan. Namun kualitas pelaksanaan harus sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan,” pungkasnya.(Pnc-1)

 

Exit mobile version