• Home
  • Sumut
  • Wali Kota Medan Apresiasi Dibangunnya Tempat Penampungan & Pengolahan Limbah Tinja
Kamis, 4 Januari 2018 | 19:31:11

Wali Kota Medan Apresiasi Dibangunnya Tempat Penampungan & Pengolahan Limbah Tinja

Nando
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Medan - Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menerima kunjungan Dirut PDAM Tirtanadi Sumut Sutedi Raharjo dan United States Agency International Development Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (USAID IUWASH PLUS) di Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sudirman Medan, Kamis (4/1/2017). Kunjungan ini dilakukan terkait dengan peresmian tempat penampungan dan pengolahan limbah tinja di Jalan Cemara, Selasa (9/1/2018).  

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI direncanakan yang akan meresmikannya. Diharapkan, Wali Kota bisa hadir dalam peresmian tersebut.

Dikatakan Sutedi, PDAM Tirtanadi bekerjasama USAID IUWASH membuat tempat penampungan limbah tinja di kawasan Jalan Cemara guna menampung seluruh limba tinja masyarakat Kota Medan. Sebab, selama ini mobil tinja milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan usai menyedot limbah tinja masyarakat tidak diketahui dimana dibuangnya.

Oleh karenanya dengan adanya tempat penampungan dan pengolahan limbah tinja yang dibangun dengan menggunakan dana APBN ini, jelas Sutedi, mobil tinja bisa membuang ke tempat tersebut. "Alhamdulillah tempatnya sudah selesai dibangun dan dipergunakan. Malah beberapa mobil tinja milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan sudah membuang ke sana," kata Sutedi.

Menurut Sutedi, kehadiran tempat penampungan dan pengolah limbah ini sangat penting dalam upaya penyelamatan lingkungan (sanitasi). Dengan asumsi penduduk Kota Medan saat ini sekitar 2,5 juta jiwa, dimana masing-masing perjiwa membuang tinja sekitar 0,5 kg perhari, maka sudah ribuan ton tinja yang dihasilkan dalam sehari.

"Tentunya ini harus disikapi, salah satunya dengan pembangunan tempat penampungan dan pengolahan limbah tinja. Kita nantinya akan bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk menyedot limbah tinja masyarakat. Tinja itu selanjutnya kita olah menjadi aman dan diusahakan menjadi sumber energi ke depannya seperti briket maupun pupuk yang ada baku mutunya," jelasnya.

Sebagai kota besar dan metropolitan, papar Sutedi, limbah padat seperti tinja ini ini harus di-manage dan diolah dengan baik. Untuk menjaga lingkungan, peran masyarakat dan seluruh stakeholder sangat diperlukan guna mewujudkannya.

"Tempat penampungan dan pengolah limbah tinja ini sudah selesai dibangun. Jadi kedatangan kita kemari untuk mengundang Bapak Wali Kota hadir untuk mendampingi Bapak Menteri PUPR meresmikannya," ungkapnya.

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi didampingi sejumlah pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemko Medan, sangat mengapresiasi atas kehadiran tempat pembuangan dan pengolah limbah tinja tersebut. Dengan demikian tempat itu nantinya dapat menampung seluruh tinja warga Kota Medan.

"Kami menyambut baik program ini.  Diharapkan  tempat ini dapat menampung seluruh limbah tinja warga Medan. Apalagi ada rencana limbah tinja itu akan diolah menjadi sumber energi seperti briket maupun pupuk," kata Wali Kota.

Di samping itu dengan me-manage limbah tinja bilang Wali Kota, tentunya dapat mendukung upaya peningkatan kualias lingkungan sekaligus menghindari terjadinya pencemaran sumber air tanah sehingga kualitas dan kebersihan air tanah di Kota Medan terjamin.

Setelah itu Wali Kota menerima kunjungan Pimpinan PT Pegadaian Kanwil I Medan, Nasruddin Dali beserta sejumlah bawahannya. Selain bersilaturahmi, kunjungan itu bertujuan untuk menginformasikan program Pegadaian yakni Tabungan Emas. Melalui program ini, masyarakat dapat menabung di Pegadaian yang nantinya jumlah tabungannya akan dikonversi dengan emas.
Nasruddin menjelaskan, pogram ini sudah dilaksanakan di Kecamatan Medan Baru, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu. Dengan menjual sampah miliknya, masyarakat bisa membuka tabungan emas di Pegadaian.

"Saat ini warga enggan menabung ke bank. Rasa enggan itu coba kita antisipasi melalui program emas ini. Hanya dengan memiliki uang Rp.5.000, mayarakat bisa menabung di Pegadaian. Tabungannya nanti kita konvesi dengan emas sesuai dengan harga nilai emas yang ada di pasaran saat itu," jelas Nasruddin.

Program emas ini mendapat dukungan Wali Kota, sebab program ini mengedukasi sekaligus mengajak masyarakat untuk menabung dimana tabungannya nantinya dikonversi dengan emas. "Saya harap pihak pegadaian dapat menjalin kerjasama dengan kecamatan lainnya seperti yang telah dilakukan di Kecamatan Medan Baru," harap Wali Kota.(Nando)

BERITA LAINNYA
Senin, 15 Januari 2018 | 23:54:24
Gubsu Tengku Erry Bersyukur Miliki Ibu Yang Bertuah
Senin, 15 Januari 2018 | 23:39:25
Pemprovsu dan DPRDSU Bahas Ranperda Pendidikan
Kamis, 11 Januari 2018 | 22:46:45
Wagub Resmikan Huntara Pengungsi Sinabung
BERIKAN KOMENTAR
Top