• Home
  • Sumut
  • Ratusan Hektar Padi Terendam Banjir di Kabupaten Karo
Rabu, 6 Desember 2017 | 23:55:15

Ratusan Hektar Padi Terendam Banjir di Kabupaten Karo

Anita
Badan jalan nasional jurusan Medan-Kuta Cane Km 161,5 di Desa Buluh Pancur Kecamatan Lau Baleng Karo terkena longsor akibat terkikis air hujan. Kapolsek Mardingding AKP Robinson Ginting, Danramil 09/LB Kapt Inf JE Sembiring, Camat Lau Baleng Asmona Peranginangin bersama sejumlah personil Polisi dan TNI memasang garis pembatas jalan, Rabu (6/12)
PATROLINEWS.COM, Karo - Akibat luapan beberapa sungai saat curah hujan tinggi selama sepekan, ratusan hektar tanaman padi di Paya Lahlah Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng Kabupaten Karo terendam banjir. Termasuk luapan sungai Lau Peremeten membuat puluhan anak sekolah SD Mbal-Mbal Petarum harus belajar di losd desa (balai pertemuan), namun saat ini sudah normal.
            .
"Kondisi luapan air sungai sudah berangsur normal, anak sekolah SD Mbal-mbal Petarum sudah kembali belajar di gedung sekolah mereka", ucap Camat Lau Baleng Asmona Peranginangin SH saat meninjau lokasi rendaman air sungai  didampingi Kapolsek Mardingding AKP Robinson Ginting Munthe SH dan Danramil 09/LB Kapt Inf JE Sembiring, Rabu (6/12/2017) di Mbal-Mbal Petarum.  

Kepala Desa Mbal-mbal Petarum, Sukat Milala saat meninjau lokasi banjir dijembatan sungai Lau Peremeten jalan Batu Rongkam, Rabu (6/12/2017) bersama unsur Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) mengatakan, luapan sungai tersebut juga merendam areal persawahan "sabah lama", sehingga merusak sebagian jalan pertanian. Menurut Sukat Milala, banjir seperti ini sudah menjadi langganan, khususnya musim penghujan periode Nopember –Desember.

"Sejumlah ruas badan jalan Petarum menuju Paya Mbelang perbatasan Karo-Agara tidak terlintasi akibat genangan air. Sejumlah kederaan yang ingin melintas Liang pangi harus menunggu air sungai normal bahkan anak sekolah SD Petarum harus belajar di losd desa", ucap Sukat.

Saak dilakukan koordinasi dengan Kepala Desa Petarum, Camat Lau Baleng Asmona Peranginangin menyarankan kepada pemerintahan desa agar membuat permohonan bantuan normalisasi sungai Lau Peremeten. Namun Kepala Desa Petarum Sukat Milala menyampaikan terkait kendala yang dihadapi adalah persoalan pembebasan lahan."Normalisasi sungai Lau Peremetan telah lama direncanakan, namun terkendala dengan pembebasan lahan,"ungkap Milala.

Namun Danramil Lau Baleng berharap agar normalisasi sungai Lau Peremeten tersebut tetap dimusyawarahkan dengan warga, sebab ini soal kepentingan umum, termasuk kepentingan anak-anak sekolah dan keselamatan ligkungan sekitar katanya.

Sementara secara terpisah unsur Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan Lau Baleng, Kapolsek Mardingding AKP Robinson Ginting Munthe, Danramil 09/LB Kapt Inf JE Sembiring dan Camat Lau Baleng Asmona peranginangin juga meninjau lokasi luapan air sungai di Desa Perbulan, termasuk kerusakan jalan nasional jurusan Medan-Kuta Cane Km 161,5 di Desa Buluh Pancur. Kerusakan badan jalan nasional tersebut akibat aliran air hujan yang datang dari pegunungan, sehingga mengikis badan jalan selebar 90 cm, sepanjang 3 m dengan kedalaman 2,5 meter.

Manurut Danramil Kapt Inf J E Sembiring, "Kondisi itu sangat rawan kecelakaan bagi kenderaan yang melintas, apa lagi saat malam hari. Karena di lokasi tidak ada penerangan jalan bahkan tanda-tanda kerusakan jalan tidak ada", ungkapnya.

Melihat kondisi itu, Kapolsek Mardingding, Danramil 09/Lb, Camat Lau baleng didampingi sejumlah personil dan Kapos Lantas Lau Baleng Bripka M Adil Bangun langsung membuat garis pembatas jalan untuk mencegah adanya kecelakaan lalulintas di lokasi itu. (Anita)

BERITA LAINNYA
Kamis, 14 Desember 2017 | 22:19:52
Dewan Setujui Raperda APBD Pemkab Karo TA 2018
Kamis, 14 Desember 2017 | 21:27:26
Penerima Hibah Bansos "Nyanyi" Ada Pemotongan 15 Persen
Rabu, 13 Desember 2017 | 23:47:32
Penerima Bansos Terlantar di Gubernuran Pemprovsu
Rabu, 13 Desember 2017 | 22:40:03
Babinroh Korpri Asahan Dikukuhkan
BERIKAN KOMENTAR
Top