• Home
  • Sumut
  • Janjikan Nginap di TSR, Kadis Pariwisata Karo Bohongi Siswa SMAN1 Kabanjahe
Rabu, 22 November 2017 | 19:07:40

Janjikan Nginap di TSR, Kadis Pariwisata Karo Bohongi Siswa SMAN1 Kabanjahe

Anita
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Karo - Biasanya, setiap kali diadakan pagelaran atau festival di daerah sebagai tradisi oleh penduduk lokal meninggalkan cerita yang indah. Tapi ini sebaliknya, Pagelaran Pesta Budaya Mejuah-juah yang setiap tahunnya digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karo yang telah berlangsung pada bulan Oktober lalu di Kota Berastagi meninggalkan cerita yang jelek.
 
Pasalnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Karo selaku pihak penyelenggara dituding membohongi para peserta perlombaan. Hal tersebut diungkapkan sejumlah siswa/i dari SMAN I Kabanjahe yang merupakan peserta perlombaan tarian diantaranya Wirda beru Sitepu (17), Jesika Ginardi Ginting (17), Anggra Markus Breadi Barus (17) dan Eyme Kehaganta Sembiring (17).
 
Dikisahkan mereka, adanya perhelatan pesta budaya daerah yang setiap tahunnya digelar guna meningkatkan kunjungan wisata dan mempromosikan daerahnya. Tentunya, selaku para pelajar ingin ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
 
"Awalnya kami datang ke Dinas Pariwisata dan menjumpai salah seorang pegawai bernama Revi Mentari yang mengaku sebagai panitia kegiatan. Kami diberikan brosur yang berisikan berbagai perlombaan. Dalam brosur ada dua tarian yang akan diperlombakan yakni tarian Piso Surit dan Lima Serangkai serta lagu Terang Bulan. Disitu kami langsung mendaftar mengatasnamakan sekolah, setelah mendaftar panitia meminta no telepon yang bisa dihubungi dengan alasan mana tau ada perubahan," ujar mereka kepada wartawan, Rabu (22/11/2017).
 
Begitu pendaftaran ulang, lebih lanjut dikatakan, ternyata tarian yang berada dalam brosur itu tidak masuk kategori umum. Sehingga panitia menyarankan agar kami menyediakan tarian apa saja karena masih ada kesempatan untuk berlatih. "Itu yang dia (Revi) bilang sama kami. Karena yang akan dinilai juri mengenai busana yang dipakai, keseragaman gerak dan ketika berada di atas panggung. Oleh karena ucapannya itu, makanya kami pertanyakan lagi sama Kadis Pak Mulia Barus. Tapi bukannya mendapat masukan yang baik, malahan kami disuruh berbohong,"ungkap mereka.
 
Kepala Dinas bilang, agar kami jangan mengikuti perlombaan melainkan tampil sebagai bintang tamu. Jika tampil sebagai bintang tamu terhormat akan mendapat Sertifikat, Voucher pulsa dan bisa menginap di Taman Simalem Resort (TSR).
 
"Kan lebih baik jadi bintang tamu terhormat daripada ikut perlombaan. Jadi siapkan waktu kalian dan ingat, masalah ini jangan sampai keluar. Tapi ucapannya itu gak kami dengarkan, kami tetap ingin ikut sebagai peserta perlombaan. Dan meskipun kita tetap ikut, Kadis tetap akan memberikan voucher tersebut," ujar salah satu siswa menirukan ucapan Mulia Barus.
 
Setelah pada hari H-nya usai kami mengikuti perlombaan, sambungnya mereka lagi,  beberapa hari kemudian saat penentuan pemenang. Kami termasuk salah satu pemenang lomba tarian. Tapi lagi-lagi Kadis menyuruh kami berbohong ke pihak sekolah. 
"Bilang aja sama guru dan kepala Sekolah kalian bahwa kalian tidak menang. Tapi kami tidak menerimanya, masak kami disuruh berbohong,"ketus mereka mengutip ucapan Kadis.
 
Usai perhelatan Pesta itu, didampingi salah seorang guru PK Melly beru Sitepu. Para siswa-siswi mendatangi Kantor Dinas Pariwisata untuk menuntut janji sesuai dengan perkataan Kadis. Akan tetapi bendahara kantor mengatakan bahwa Kepalanya hany meninggalkan voucher tiket masuk TSR bukan penginapan seperti yang dijanjikannya. "Tiket itupun hanya berlaku pada hari libur. Sementara sertifikat dan voucher Hp tidak ada,"ujar beru Sitepu.
 
Untuk itu, sambungnya lagi, kami selaku guru tidak menerima adanya pembohongan yang dilakukan kepada anak didik. "Kenapa dia berbohong dan menjanjikan  voucher tiket nginap di Taman Resort Simalem. Terrnyata itu semua hanya bual belaka. Begitu juga saat perlombaan, masak anak-anak disuruh lagi berbohong ke pihak Sekolah," ketusnya kesal.

Menanggapi persoalan tersebut, Kadis Pariwisata Ir.Mulia Barus ketika dikonfirmasi melaui telepon selulernya, Rabu (22/11/2017) sekira pukul 15.50 Wib mengatakan voucher untuk menginap di TSR tidak ada tetapi hanya voucher jalan-jalan untuk sepuluh orang.
 
"Voucher nginap gak ada saya janjikan, tapi hanya voucher jalan-jalan untuk sepuluh orang," bantahnya. (Anita)
 


BERITA LAINNYA
Kamis, 14 Desember 2017 | 22:19:52
Dewan Setujui Raperda APBD Pemkab Karo TA 2018
Kamis, 14 Desember 2017 | 21:27:26
Penerima Hibah Bansos "Nyanyi" Ada Pemotongan 15 Persen
Rabu, 13 Desember 2017 | 23:47:32
Penerima Bansos Terlantar di Gubernuran Pemprovsu
Rabu, 13 Desember 2017 | 22:40:03
Babinroh Korpri Asahan Dikukuhkan
BERIKAN KOMENTAR
Top