• Home
  • Sumut
  • Rumah Adat Karo Usia 57 Tahun Porak Poranda
Selasa, 14 November 2017 | 20:51:45

Rumah Adat Karo Usia 57 Tahun Porak Poranda

Anita
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Karo - Rumah Adat Karo atau disebut Rumah Siwaluh Jabu Sianjung-anjung yang berada di Desa Cinta Rayat Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara kini tidak sanggup lagi berdiri kokoh karena hantaman gempa dan debu Vulkanik Sinabung yang terjadi, Selasa (14/11/2017) sekira pukul 04.00 Wib dini hari. Apalagi selama ini, diketahui perhatian pemerintah sangat minim untuk melestarikannya..

Beruntung, delapan keluarga yang menghuni Rumah Siwaluh Jabu Sianjung-anjung itu selamat dan dapat diungsikan segera. 

Menurut kepala Desa Cinta Rayat, Budi Artha Surbakti kepada awak media ini, Selasa (14/11/2017) mengatakan Rumah adat tersebut ambruk akibat gempa dan abu vulkanik Sinabung.

"Sekira pukul 03.30 wib dini hari atap rumah adat yang terbuat dari ijuk tiba-tiba ambruk akibat menumpuknya debu Sinabung diatas atap serta adanya gempa kecil yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Syukur saja tidak ada korban jiwa. Kini kelima Kepala Keluarga yakni Makarius Sitepu (25), Perwira Perangin-angin (38), Terkena Ginting Seragih (65), Elisabet Beru Karo (45) dan Mahan Beru Sembiring (90) dan harta bendanya sudah kita evakuasi ke rumah keluarganya masing-masing untuk sementara waktu," ujarnya.

Dikatakannya, akibat kejadian tersebut, Karang Taruna Desa, para Pemuda Tanggap Bencana yang lebih dikenal dengan Anak Singuda Tanggap Bencana (Asia Gama) bersama warga turut melakukan pembersihan material sekaligus membongkar material bangunan yang sudah rusak.

Dibeberkannya lagi, bahwa ada berkisar enam unit bangunan rumah adat Siwaluh Jabu yang berada di Desanya. Akibat termakan usia sehingga tinggal tiga unit rumah yang masih dihuni pemiliknya. Untuk itu, harapan kami, kiranya Pemerintah Kabupaten Karo dapat memperhatikan kelestarian rumah adat Karo yang berada di Desa Cinta Rayat.

"Karena rumah adat di Karo yang merupakan ciri khas masyarakat Karo zaman dulu sudah sangat sulit ditemukan. Kalau dihitung-hitung hanya dua desa lagi yang memilikinya seperti di Desa Dokan Kecamatan Merek dan Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat," katanya. 

Budi Artha Surbakti berharap agar pemerintah Karo seharusnya dapat memberikan perhatian untuk pemeliharaan peninggalan sejarah tersebut.

"Setidaknya mekanisme pemeliharaannya dapat difasilitasi Pemda Karo atau bagaiman teknisnya, masyarakat sangat membutuhkan arahan dan masukan. Agar rumah adat Karo di desa ini bisa dilestarikan," harap Kepdes diamini warga lainnya.

Ditambahkannya, bahwa gotong royong telah dilakukan, namun keluarga yang menghuni rumah tersebut belum mempunyai dana untuk memperbaikinya. 

"Itulah yang sedang kita pikirkan dan sangat berharap agar masalah ini sampai ke Pemkab Karo. Karena setelah diperhitungkan dana perbaikannya berkisar Rp10 juta," ujarnya.

Sementara, penghuni keluarga Rumah Siwaluh Jabu Sianjung-anjung itu diantaranya Perwira, Elisabet dan Mahan meminta agar Pemkab Karo dapat memberikan bantuan kepada mereka. 

"Tolong sampaikan kepada pemerintah agar kami di bantu, karena pekerjaan kami hanya aron aron (buruh) diladang orang. Untuk sementara waktu terpaksa kami menumpang di rumah keluarga," ungkapnya lirih. 

Diketahui, Rumah Adat Siwaluh Jabu Sianjung-anjung yang berada di desa Cinta Rayat Kecamatan Merdeka yang dibangun tepatnya tanggal 5 Januari tahun 1961 dan masih dihuni 5 Kepala Keluarga.  (Anita)  

BERITA LAINNYA
Selasa, 16 Januari 2018 | 23:20:59
Oknum Satpol PP Asahan Diduga Lecehkan Profesi Wartawan
Senin, 15 Januari 2018 | 23:54:24
Gubsu Tengku Erry Bersyukur Miliki Ibu Yang Bertuah
Senin, 15 Januari 2018 | 23:39:25
Pemprovsu dan DPRDSU Bahas Ranperda Pendidikan
Kamis, 11 Januari 2018 | 22:46:45
Wagub Resmikan Huntara Pengungsi Sinabung
BERIKAN KOMENTAR
Top