• Home
  • Sumut
  • Tambang Liar di Zona Merah Sinabung Menggila
Rabu, 8 November 2017 | 21:53:03

Tambang Liar di Zona Merah Sinabung Menggila

Anita
PATROLINEWS.COM, Karo - Peringatan keras (Warning) Kapolres Karo AKBP Rio Nababan, Sik saat melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH beserta Muspika terkait belum lama ini kepada penambang liar (galian C) ilegal di zona merah Sinabung tepatnya di Sungai Lau Borus kawasan Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung tampaknya tak digubris alias dianggap angin lalu dan malah semakin mengganas. Kini di wilayah itu masih tampak belasan alat berat beko milik para pengusaha nakal mengeruk pasir dan batu disepanjang aliran sungai. Ratusan truk tetap berlalu lalang mengangkut material hasil tambang. Anehnya, pihak kepolisian dan pemerintah setempat pun tampak seakan menutup mata tanpa melakukan tindakan apapun.
 
Seperti, Rabu (8/11/2017) terlihat, aktifitas tambang ilegal tetap berlangsung. Bahkan, penambang ini beroperasi dengan volume yang disebut-sebut setara dengan hari biasa sebelum ada warning. Beraninya para penambang nakal itu, disebut-sebut ada kekuatan besar (Backing) di belakangnya. Dengan begitu, mereka tetap berani menabrak Undang-undang. Warning dari orang nomor 1 di Polres Karopun tidak dihiraukan. Sehingga membuat sejumlah warga heran. 

"Saya heran, sudah diperingatkanpun sama Kapolres, mereka tak menghiraukannya. Ada apa sebenarnya? Apakah Polisi dan Pemkab Karo tak punya nyali atau sudah menerima 'Piti-Piti'?,"ujar P. Ginting (50) salah seorang warga Desa Payung, Rabu (8/11/2017) di dekat lokasi tambang kepada wartawan.
 
Ditambahkannya, jikalau penambang ilegal tidak ditindak, ini bisa menjadi penyakit. Orang-orang bisa saja menambang tanpa ijin. Para pengusaha nakal telah menjadikan area ini selama 5 tahun terakhir sebagai tambang ilegal dengan alasan normalisasi saluran air ke sawah karena terjadi pendangkalan.
 
"Saya dengar dari warga disini, ada empat pengusaha yang melakukan penambangan pasir dan batu di area ini. Disebut-sebut salah satunya berinisial JS warga Desa Gurki dan sementara yang lainnya kita belum tau siapa. Bahkan disebut-sebut batu dan pasir dijual kepada pemesan, pengusaha panglong maupun pemborong untuk kebutuhan proyek, salah satunya untuk PT PP yang sedang mengerjakan proyek Sabodam,"ujarnya.
 
Diketahui, Kapolres Tanah Karo AKBP Rio Nababan telah memanggil Kepala Desa Gurukinayan dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Karo untuk melakukan pendataan perusahaan siapa saja yang terlibat melakukan penambangan di sepanjang aliran Lau Borus tersebut.
 
"Saya berikan waktu tiga hari untuk mendata mereka yang melakukan penambangan ilegal itu. Saya tidak perduli siapapun dia, sepanjang melanggar aturan hukum, silakan dia berurusan dengan hukum jika dia melanggar aturan. Coba bayangkan berapa kerugian daerah selama mereka ini melakukan penambangan tanpa memiliki ijin yang sah dari pemerintah," kata Rio saat melakukan Sidak.

"Jangan mengalaskan normalisasi aliran sungai Lau Borus lantas dimanfaatkan mengeruk keuntungan untuk memperkaya diri, saya akan tindak tegas siapa saja yang melanggar hukum, siapapun bekingnya saya tidak peduli," tegasnya. (Anita)

BERITA LAINNYA
Senin, 20 November 2017 | 21:08:49
Puting Beliung Hancurkan Rumah Warga di Karo
Sabtu, 18 November 2017 | 18:42:37
Empat Pejabat Eselon II Asahan Segera Dilantik
Jumat, 17 November 2017 | 21:48:10
Desa Amburidi Karo Terisolir Kini akan Dibangun
Jumat, 17 November 2017 | 20:03:26
Banjir di Asahan Petani Rugi Miliaran Rupiah
Kamis, 16 November 2017 | 20:38:33
Wabup Karo Minta Setiap OPD Pahami Kearsipan Daerah
BERIKAN KOMENTAR
Top