• Home
  • Sumut
  • Kejari Kabanjahe Lirik Laporan Dugaan Proyek Fiktif Jalan Laubuluh-Kutamale Rp2,7 M
Rabu, 8 November 2017 | 21:43:19

Kejari Kabanjahe Lirik Laporan Dugaan Proyek Fiktif Jalan Laubuluh-Kutamale Rp2,7 M

patrolinews.com/ist
Rusak Parah: Iniah kondisi Jalan Desa Laubuluh Kutamale Karo yang disebut-sebut pernah dianggarkan dana pembangunannya sebesar Rp2,7 miliar di APBD Karo TA 2012, tapi kondisinya rusak-parah hanya bisa dilalui kendaraan Jeep gardan dua.
PATROLINEWS.COM, Medan - Kejari Kabanjahe siap melakukan pengusutan proyek pembangunan jalan jurusan Desa Laubuluh Kutamale - Desa Amburidi Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo berbiaya Rp2,7 miliar yang dilaporkan masyarakat diduga fiktif, sepanjang ada ditemukan bukti-bukti bahwa proyek tersebut telah terjadi penyalahgunaan anggaran maupun menimbulkan kerugian negara.

"Kita siap melakukan pengusutan secara tuntas terhadap proyek pembangunan Jalan Desa Laubuluh-Kutamale-Amburidi Karo yang dilaporkan masyarakat bahwa proyek tersebut diduga fiktif," ujar Kajari Kabanjahe Gloria Sinuhaji SH didampingi Kasintel Syahrial SH kepada wartawan, Rabu (8/11/2017) di Kabanjahe menanggapi adanya pengaduan masyarakat menyangkut pembangunan proyek Jalan Desa Laubuluh-Kutamale-Amburidi Karo yang diduga fiktif.   

Diakui Kajari, semenjak adanya laporan dari masyarakat tentang keberadaan pembangunan jalan tersebut, pihaknya telah menurunkan tim ke lapangan mengecek pengerjaan fisik proyek Jalan Desa Laubuluh-Kutamale dan menemukan ada bekas pembangunan jalan beraspal yang dimulai dari arah Desa Amburidi menuju Kutamale dengan anggaran Rp1,6 miliar yang bersumber dari APBD Karo 2012 (bukan Rp2,7 miliar seperti yang dilaporkan masyarakat).

"Dari hasil investigasi yang kita lakukan, proyek tersebut tidak rampung dan setelah diteliti, pembayarannya hanya sekitar 30 persen dicairkan kepada rekanan. Begitu juga nilai total anggarannya hanya Rp1,6 miliar, bukan seperti yang dilaporkan masyarakat sebesar Rp2,7 miliar," tandas Gloria Sinuhaji SH.

Namun demikian, tambah Gloria, pihaknya membuka seluas-luasnya kepada masyarakat, jika ada informasi baru dilengkapi dengan data-data yang akurat menyangkut proyek pembangunan jalan yang dilaporkan fiktif tersebut, pihaknya siap melakukan pengusutan secara tuntas.

Pernah Dianggarkan

Sementara itu, anggota DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Siti Aminah Br Perangin-angin SE mengakui, pihaknya semasa menjabat Ketua DPRD Karo pernah menyetujui pengalokasian anggaran pembangunan Jalan Desa Laubuluh-Kutamale di APBD Karo TA 2012 sebesar Rp2,7 miliar.

"Saya ingat betul, ketika menjabat Ketua DPRD Karo pernah menyetujui penganggaran pembangunan Jalan Desa Laubuluh-Kutamale di APBD TA 2012 sebesar Rp2,7 miliar. Namun saya tidak tahu pasti apakah proyek itu dikerjakan secara tuntas atau putus kontrak. Lebih jelasnya, tanyakan kepada masyarakat, apakah proyek pengaspalan jalan itu pernh dikerjakan atau tidak," ujar Siti menyarankan.

Namun berdasarkan keterangan tokoh masyarakat Desa Kutamale Dahsyat Tarigan SH dan mantan pengurus LKMD Desa Kutamale Sistim Ginting secara tegas mengatakan, Jalan Desa Laubuluh-Kutamale sudah sejak puluhan tahun tidak pernah tersentuh pembangunan, sehingga jalan desa mereka "hancur-lebur", sangat sulit dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

"Jalan desa kami sangat rusak parah dan hanya bisa dilalui kendaraan Jeep gardan dua, karena selama puluhan tahun tidak pernah tersentuh pembangunan. Jadi, kalaupun ada disebut-sebut telah dianggarkan dana perbaikan sebesar Rp2,7 miliar di APBD Karo TA 2012 itu hanya fiktif belaka, sebab fisiknya tidak pernah dikerjakan di lapangan," ujar Dahsat sembari mengakui, pihaknya telah mengadukan masalah ini ke Kejari Kabanjahe.(Erris)

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top