• Home
  • Sumut
  • Digelar 26-29 Oktober, Menpar dan Gubsu akan Buka Pesta Budaya Mejuah-Juah
Selasa, 10 Oktober 2017 | 22:42:37

Digelar 26-29 Oktober, Menpar dan Gubsu akan Buka Pesta Budaya Mejuah-Juah

Anita
Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi anggota DPRD Karo Thomas Joverson Ginting saat memberikan arahan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karo, Ir Mulia Barus saat melihat persiapan pesta Budaya Mejuah-Juah di open Stage Taman Mejuah-Juah Berastagi
PATROLINEWS.COM, Karo - Meskipun aktivitas Gunung Sinabung masih terjadi, Kabupaten Karo aman untuk dikunjungi wisatawan. Pagelaran pesta budaya tahunan, Pesta Mejuah-juah kembali digelar Pemkab Karo. Hajatan pesta budaya yang dikemas dengan tajuk "Joyful" Tanah Karo itu, digelar selama empat hari dimulai 26-29 Oktober 2017 yang diselenggarakan di Open Stage Taman Mejuah juah, Kota Berastagi, Kabupaten Karo.

Melihat kegiatan sejenis pada tahun sebelumnya, yang sukses dan mampu menggairahkan dunia kepa­riwisataan dan mendongkrak dunia wisata daerah ini, tentunya dengan event ini diharapkan tingkat kunjungan wisatawan asing, domestik maupun lokal akan membajiri kota berhawa dingin ini.

Hal itu disampaikan Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH didampingi anggota DPRD Karo Thomas Joverson Ginting dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ir Mulia Barus, Msi saat melihat persiapan pelaksanaan Pesta Budaya Mejuah-Juah tahun 2017, Selasa (10/10) di Open Stage Taman Mejuah-Juah Berastagi.

"Nilai-nilai seni, bahasa, adat istidat dan budaya harus terus dilestarikan, kalau tidak ingin tergerus alam modernisasi. Menggalakkan pesta budaya terakbar ini, untuk nantinya menjadi skala internasional secara berkesinambungan, hingga segala fasilitas pariwisata yang ada selama ini dapat lebih bermanfaat bagi wisatawan yang datang berkunjung," ujar Bupati Karo.

Tidak seperti selama ini, banyak fasilitas pariwisata tidak termanfaatkan, akibat minimnya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kepariwisataan. Hal ini disebabkan lemahnya promosi wisata melalui berbagai jaringan. Misalnya, memanfaatkan promosi wisata Tanah Karo melalui jejaring sosial seperti, facebook, twitter, youtube, blog dan berita-berita media cetak, elektronik dan on line, termasuk up dating portal pariwisata Karo sangat lemah, kata Terkelin.

"Banyak sisi positif, sebuah gelaran festival budaya mendapat efek yang besar dalam membantu mengembangkan suatu destinasi wisata ikonik yang pada ahirnya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Festival budaya ini nantinya akan mengeksplore kekayaan masa lampau. Selain itu, untuk menunjukkan pariwisata Karo juga kaya dengan seni budaya," terang Bupati Karo.

"Selama ini, Tanah Karo tidak hanya menarik minat wisatawan nusantara, tapi juga mengundang minat turis asing. Kita upayakan, semua daya tarik yang ada di Tanah Karo ditampilkan secara optimal, termasuk pameran foto dan berita erupsi Sinabung," ujarnya memberi arahan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karo sembari menambahkan Pesta Budaya Mejuah-Juah direncanakan dibuka Menteri Pariwisata dan Gubsu.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karo, Ir Mulia Barus, MSi mengatakan pesta budaya ini melibatkan seluruh komponen pemerintah di Kabupaten Karo, termasuk dunia usaha dan kelembagaanya seperti pe­dagang, pemandu wisata, dan dunia perhotelan. "Ini semua akan bergairah dan bersinergi dengan adanya kegiatan yang dilakukan ini," ujarnya.

Berbagai hiburan yang menarik dan atraktif, tentunya yang mengakar pada budaya tradisional Karo dengan tujuan pelestarian budaya yang merupakan bahagian dari kearifan lokal di daerah ini serta menanamkan rasa cinta dan bangga akan budayanya sendiri kepada generasi muda dan masyarakat Karo yang pada gilirannya menjadi pendorong pertumbuhan industri pariwisata di Kabupaten Karo, imbuh Mulia Barus.

Mengingat waktu hari "H" sudah semakin dekat, diperlukan partisipasi semua pihak untuk mensukseskan kegiatan ini. Tidak cukup dari pemerintah saja. Namun perlu peran serta semua pihak baik perhotelan, pelaku wisata dan masyarakat Karo, harapnya.

"Aneka acara akan digelar seperti parade/pawai busana motif etnik Karo, parade music etnic dan pawai kontingen 17 kecamatan dan OKPD di Kabupaten Karo. Selanjutnya, kompetisi/perlombaan diantaranya yakni, lomba pawai kontingen, festival fashion show budaya Karo, lomba vokal group, festival tari tradisional, lomba lukis logo branding pariwisata Karo," ujarnya.

Selanjunya, festival putri dan pangeran pariwisata Karo, lomba kuliner cimpa, lomba kuliner makanan utama menu nurung emas bohan, lomba ukir ornamen Karo, lomba kerajinan tangan kreatif (souvenir) dan lombapokdarwis/sapta pesona.

 Selama event "Pesta Budaya Mejuah-Juah" akan diisi hiburan, yakni penampilan band, tarian daerah dan tari kreasi, pameran dan kuliner serta turut dimeriahkan artis lokal dan ibukota termasuk magician asal Karo, Master Mpuh Sembiring Gurukinayan, yang telah berhasil mengukir sejarah Indonesia dan dunia dengan memecahkan rekor 'Original Rekor Indonesia' dan 'Guinness Book Of Record Holders Republic' di Bandung beberapa waktu lalu. (Anita)


BERITA LAINNYA
Minggu, 10 Desember 2017 | 21:27:22
Bupati Karo Terima Penghargaan Kepedulian Terhadap HAM
Sabtu, 9 Desember 2017 | 22:14:52
Wali Kota Medan Apresiasi Bollywood Fair
Sabtu, 9 Desember 2017 | 22:12:17
Sembilan Ranperda Dibahas, 4 Ranperda Dikembalikan
Sabtu, 9 Desember 2017 | 22:10:21
Wali Kota Apresiasi & Jamu Kafilah
Jumat, 8 Desember 2017 | 22:14:19
Wali Kota Kukuhkan Kepengurusan FKUB Medan 2017-2022
Jumat, 8 Desember 2017 | 22:01:02
Bupati Asahan Resmikan Empat Puskesmas
BERIKAN KOMENTAR
Top