• Home
  • Sumut
  • Miris...!! Dusun Juma Batu di Kabupaten Dairi, Sejak Merdeka Tak Tersentuh Pembangunan
Senin, 17 Juli 2017 | 13:31:46

Miris...!! Dusun Juma Batu di Kabupaten Dairi, Sejak Merdeka Tak Tersentuh Pembangunan

Fernando
Kondisi Jalan Desa Juma Batu di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara yang babak belur dan sekolah SD Negeri 037999 Juma Batu yang tak pernah tersentuh pembangunan.
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Medan - Kendati sudah puluhan tahun Indonesia merdeka dan maraknya pembangunan di sana-sini, namun tidak untuk di Dusun Juma Batu, Kec. Tanah Pinem, Kab.Dairi, Sumatera Utara ini. Apalagi Jalan kabupaten itu pun kondisinya masih tampak sama pada sewaktu zaman perang dahulu, sama sekali tidak pernah tersentuh pengaspalan alias babak belur.

Kondisi itu pun dikeluhkan para warga  Dusun Juma Batu, dengan kondisi jalan yang masih terbuat dari tanah, membuat mereka tak mampu secara maksimal menjual hasil panennya dan untuk dilalui dalam aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Parahnya, warga terpaksa menjual murah hasil panennya kepada pengumpul yang datang ke desa mereka. Sehingga perekonomian masyarakat jauh dibawah rata-rata membuat mereka tak mampu untuk membiayai sekolah anaknya. 

"Tidak pernah ada sama sekali pembangunan disini. Parahnya kondisi jalan, untuk menjual hasil panen akhirnya habis untuk biaya transport dan pengumpul bila datang membeli hasil panen warga terpaksa dengan harga murah, karena kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan," keluh Dolat Surbaki (54) warga Dusun Juma Batu, Kec. Tanah Pinem, Kab.Dairi kepada awak media ini, Senin (17/7/2017).

Senada, Nurih Ginting (56) warga setempat juga mengeluhkan kondisi yang sama. Dirinya mengatakan kondisi desa mereka yang tak tersentuh pembangunan Sumut Paten membuat banyak anak menjadi putus sekolah. Akibatnya trasport pun enggan untuk melintas ke Dusun Juma Batu apalagi bila hujan turun, sepanjang jalan kabupaten kan dipenuhi lumpur. 

"Banyak anak yang putus sekolah akibat parahnya kondisi jalan sehingga pengangkutan enggan melalui desa mereka. Sehingga anak-anak SD wajib jalan kaki hingga 5 km bila pergi ke sekolah," ujarnya. 

Tak itu saja, lanjut Nurih menjabarkan bahwa sekolah yang ada di Dusun Juma Batu hanya tersedia Sekolah Dasar (SD) Negeri 037999 Juma Batu, itupun hanya memiliki 2 kelas saja. Dan bila sudah tamat SD maka anak-anak disana akan meninggal kampung halaman untuk melanjutkan ke SMP dan SMA.

"Untuk mendapatkan pendidikan saja kita sulit, sepertinya desa kita tidak diperdulikan. Hanya ada 2 ruangan di sekolah SD, itupun kelas 1,2,3 digabung menjadi satu kelas demikian juga untuk kelas 4,5,6. Kalau SMP, SMA mereka terpaksa meninggalkan kampung halaman. Tapi karena perekonomian masyarakat yang tidak jelas, kebanyakan mereka tidak melanjut," beber Nurih dengan mata berkaca-kaca.

Dusun Juma Batu, Kec. Tanah Pinem, Kab.Dairi, Sumatera Utara yang menembus Kecamatan Tiga Binaga Tanah Karo ini memiliki 170 Kepala Keluarga. Tak hanya di Dusun Juma Batu, kondisi desa-desa lainnya di Kecamatan Tanah Pinem seperti Dusun Pamah, Kampung Si Gedang dan yang lainnya juga mengeluhkan hal yang sama.

Bupati Dairi Tak Pernah Kunjungi 

Sementara, Rina Surbakti (30) warga Dusun Pamah, Kec. Tanah Pinem, Kab.Dairi mengatakan bahwa Bupati Dairi, Kra Johnny  Sitohang kendati sudah memimpin selama 2 periode tak pernah datang mengunjungi daerah mereka.

"Bapak Bupati saja tidak pernah datang kesini, yang pernah datang hanya ajudannya saja. Bapak Bupati takut datang ke daerah kami karena fasilitas jalan yang amburadul dan tidak dapat dilalui kendaraan mobil mewahnya. Jadi kami tidak mengenal wajah Bupati kami, hanya dengar-dengar namanya saja," ujar Rina.

Namun demikian, bila tiba masanya pesta demokrasi, warga desa mereka selalu terlibat untuk menggunakan hak pilih mereka dan berharap dapat memilih pemimpin dan wakil rakyat yang mampu menyampaikan kondisi desa mereka.

"Kami selalu ikut memilih, tapi sepertinya mereka hanya memanfaatkan suara kami saja. Tak ada diantara mereka yang sudah terpilih itu menyampaikan aspirasi kami. Kami warga yang terisolasi yang tidak dapat menikmati apa artinya kemerdekaan. Tolonglah Bapak sampaikan kepada para pejabat negeri ini, apakah memang kami bukan bahagian dari Indonesia sehingga sejak kemerdekaan NKRI desa kami tidak tersentuh pembangunan," pesannya buat pemangku kebijakan di Sumatera Utara. (Nando)

BERITA LAINNYA
Kamis, 17 Agustus 2017 | 00:25:28
Kabiro Binsos Sumut Bantah Potong Biaya SPPD 30 Persen
Selasa, 15 Agustus 2017 | 21:59:08
Gubsu Kukuhkan Paskibraka Provsu 2017
Selasa, 15 Agustus 2017 | 20:07:21
Satpol PP Kembali Robohkan 2 Papan Reklame Tanpa Izin
Selasa, 15 Agustus 2017 | 19:55:22
Dandim 0208 Asahan Kukuhkan Paskibra Asahan
Selasa, 15 Agustus 2017 | 19:53:53
Ranperda PAPBD Asahan Tahun 2017 Disetujui
BERIKAN KOMENTAR
Top