• Home
  • Sumut
  • Pengamanan Pintu Kantor Pemprovsu Berlebihan, Disinyalir Hindari OTT KPK
Selasa, 4 Juli 2017 | 22:51:48

Pengamanan Pintu Kantor Pemprovsu Berlebihan, Disinyalir Hindari OTT KPK

Erris
Perangkat pintu otomatis yang disebut Barry Gate di Kantor Pemprovsu.
PATROLINEWS.COM, Medan - Di tengah peresmian Press Room Pemprovsu yang dihelat Gubsu Tengku Erry, Senin (3/4/207), pemandangan tak lazim tampak di area lobby kantor Gubsu. Dimana penambahan perangkat dan peralatan pendukung pengamanan dengan sistem finger print di pintu masuk diterapkan berlebihan. Terendus kabar dilingkungan pemprovsu, peristiwa itu sebagai bentuk ketakutan Pejabat Pemprovsu akan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Tak hanya itu, masyarakat yang memiliki keperluan dan PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara itu juga menganggap pemasangan sejumlah perangkat pengamanan itu terlalu berlebihan. Dimana penambahan perangkat dan peralatan pendukung pengamanan dengan dalih keamanan terlihat mulai dari pintu masuk kantor Gubsu hingga area lobby menuju lift.

Selain akses wartawan untuk melakukan tugas peliputan kini tak bisa bebas keluar masuk karena harus melalui finger print di pintu masuk. Demikian juga setiap PNS harus melalui perangkat pintu otomatis yang disebut Barry Gate menuju lift.

Sayang, hingga Gubsu Erry yang sempat meninjau area lobby dan sejumlah perangkat tambahan keamanan tersebut, tak satupun informasi yang diperoleh wartawan soal fungsi dan efektivitas perangkat tersebut termasuk dari pejabat terkait.

Kepala Biro Umum Faisal Hasrymi yang coba dikonfirmasi tak berhasil dihubungi dan sms yang dilayangkan wartawan juga tak kunjung dibalas.

Sementara pejabat PPTK Pengadaan Alat Pembatas (Barry Gate) di Biro Umum, Dwi yang dihubungi lewat Biro Humas mengaku, pengadaan alat pembatas diperlukan untuk ketertiban dan keamanan para PNS dan tamu Pemprovsu.

"Saya memang banyak dikomplain pegawai namun alat itu juga kan untuk keamanan pegawai biar lebih teratur," jawabnya.

Pun demikian, Dwi tetap membenarkan jika alat pembatas menuju lift tersebut belum difungsikan kegunaannya.

Pantauan wartawan, alur keamanan masuk tamu dan PNS dimulai dari finger print, melapor ke Unit Layanan (ULA) untuk tamu, dan sejumlah prosedur lain.

Terpisah, Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sumut, Ilyas Sitorus ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara rinci apa dasar pemasangan alat (tersebut dipasang.

"Alat tersebut dipasang karena selama ini banyak orang yang tidak berkepentingan memasuki ruang kerja pegawai," kata Ilyas menirukan ucapan Dwi, pejabat PPTK di bagian umum Setdaprovsu Sumut.

Sedangkan PNS harus melalui pintu pembatas dua jalur sebelum mencapai lift yang sudah dipisah antara lift putra dan lift putri. (Erris)

BERITA LAINNYA
Senin, 20 November 2017 | 21:08:49
Puting Beliung Hancurkan Rumah Warga di Karo
Sabtu, 18 November 2017 | 18:42:37
Empat Pejabat Eselon II Asahan Segera Dilantik
Jumat, 17 November 2017 | 21:48:10
Desa Amburidi Karo Terisolir Kini akan Dibangun
Jumat, 17 November 2017 | 20:03:26
Banjir di Asahan Petani Rugi Miliaran Rupiah
Kamis, 16 November 2017 | 20:38:33
Wabup Karo Minta Setiap OPD Pahami Kearsipan Daerah
BERIKAN KOMENTAR
Top