• Home
  • Sumut
  • Rehab Jaringan Irigasi Paya Sordang 2015 Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah
Senin, 10 April 2017 | 23:12:50

Rehab Jaringan Irigasi Paya Sordang 2015 Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Ali Imran
PROYEK REHABILITASI JARINGAN IRIGASI D.I. PAYA SORDANG YANG TERLETAK DI DESA TOLANG JAE, KEC. SAYURMATINGGI KAB. TAPANULI SELATAN PORAK-PORANDA KARENA PEKERJAANNYA TIDAK SESUAI PETUNJUK TEHNIS
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM-Padangsidimpuan - Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Paya Sordang 4.350 Ha yang merupakan kegiatan dari SNVT Irigasi dan Rawa III - BWS Sumatera II dan dikerjakan Tahun 2015 lalu oleh PT. Pualan Bangun Cipta dengan jenis nilai kontrak "Unit Price," diduga Gagal Bangun, sehingga negara dirugikan Miliaran Rupiah.

Gagal Bangun diartikan karena manfaat berkesinambungan untuk dipergunakan masyarakat putus di tahun kedua. Oleh karena proyek tersebut sudah hancur di Januari tahun ini. Demikian dijelaskan Makmur Simamora, selaku Koordinator LSM F-TRI (Forum Transparansi Rakyat Indonesia) kepada wartawan, Senin (10/4/2017).

Proyek yang dibangun dengan menggunakan anggaran miliaran rupiah ini dari saat pekerjaannya dilaksanakan di tahun 2015 lalu sudah diprediksi akan terjadi kerusakan fatal oleh akibat item-item pekerjaannya diduga tidak memenuhi standar tehnis.

Nah, ternyata prediksi itu terbukti, sudah terjadi di tahun awal tahun 2017 ini, dimana di berbagai jenis kegiatannya banyak yang porak-poranda dan hancur, jelas Makmur Simamora.

Makmur menambahkan, dari saat pekerjaan kemarin dilaksanakan, kami sudah menyurati SNVT Irigasi dan Rawa III dengan memberikan himbauan agar dilakukan perbaikan tehnis pekerjaan untuk menjaga tidak terjadi gagal bangun seperti yang terjadi pada tahun ini, namun mereka tetap melaksanakannya dengan tidak menghiraukan himbauan yang kami sarankan.

"Dari foto dokumentasi, bisa saudara saksikan ada berbagai jenis pekerjaan yang hancur, seperti pekerjaan bronjong, perkejaan konstruksi Balok Beton yang dibentangkan di sungai dan berbagai dek penahan sungai," pungkasnya.

Penyedia Jasa tidak bisa beralasan kerusakan ini diakibatkan oleh alam (force meujure), karena jika pekerjaan ini direncanakan dengan hitungan yang matang, serta dikerjakan sesuai standart tehnis, maka bangunan ini tidak akan hancur, menyusul tujuan pembangunan ini juga dibuat untuk meminimalisir kerusakan akibat bencana, jelas Simamora.

Harapan kami, pihak penegak hukum bisa menoreh atas adanya proyek Gagal Bangun ini, dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan atas faktor penyebab hancur konstruksi yang ada. Kami akan membantu mereka (penegak hukum) sesuai kapasitas dan kemampuan kami seperti memberikan data-data awal dan data-data setelah hancur, tegasnya. (Imran)

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top