• Home
  • Sumut
  • Proyek Rehabilitasi Embung Napa Sibual-Buali Bernilai Rp14,5 Miliar Terindikasi Penuh Kejanggalan
Rabu, 8 Maret 2017 | 20:06:51

Proyek Rehabilitasi Embung Napa Sibual-Buali Bernilai Rp14,5 Miliar Terindikasi Penuh Kejanggalan

Ali Imran
Proyek Rehabilitasi Embung Napa Sibual-buali
PatroliNews.com, Padangsidimpuan- Rehabilitasi Embung Napa Sibual-buali senilai sekira Rp. 14,5 Milyar yang dikerjakan PT.Pualam Bangun Cipta, pekerjaannya terindikasi penuh kejanggalan, mulai masa waktu pekerjaan sampai pekerjaan yang tidak sesuai RAB.

Diketahui, proyek yang dialokasikan pada Satker SNVT (Balai Wilayah Sungai) BWS Sumatera II Kementerian PU dan Perumahan Rakyat selaku pengguna anggaran ini bertujuan memperbaiki embung lama yang sudah rusak sebelumnya yang dibangun pada tahun 1995 lalu.

Koordinator DPP LSM F-TRI (Forum Transparansi Rakyat Indonesia) Makmur Simamora Rabu (8/3/2017), kepada wartawan, memaparkan sejumlah temuan kejanggalan terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Menurutnya, kejanggalan yang telah dianalisa sejak awal pekerjaan dimulai hingga akhir pekerjaan berakhir tersebut tidak sesuai Petunjuk Tehnis (Juknis) yang termaktub pada Standart Nasional Indonesia (SNI) sebagai acuan pelaksanaan. Sehingga menyebabkan terjadinya penguapan-penguapan anggaran.

Kesalahan yang paling kecil dalam pekerjaan ini diantaranya, terjadinya keterlambatan pelaksanaan oleh rekan penyedia jasa, menyusul masa pelaksanaan yang seharusnya selesai di Bulan Oktober 2016 lalu, ternyata melampaui batas waktu hingga Januari 2017.

Kemudian menurut Makmur, terdapat kesalahan tehnis lainnya seperti kekurangan volume dan tidak dilakukannya pekerjaan yang seharusnya dikerjakan sesuai perintah RAB. Padahal negara sudah mengalokasikan anggaran untuk itu.

"Nah perbuatan yang beginiankan bisa masuk kategori korupsi, karena telah menguapkan uang negara untuk kepentingan pribadi," tegas Makmur.

Lanjut Makmur, lembaganya telah melayangkan surat klarifikasi atas sejumlah temuannya tersebut kepada Satker bersangkutan agar tidak terjadi miss comunication atau salah penafsiran. Namun hingga kini pihak SNVT satker BWS Sumatera II belum juga membalas surat mereka.

LSM F-TRI dalam waktu dekat akan melangkah lebih jauh dalam menyikapi temuan ini, seperti meminta pihak penegak hukum untuk melakukan penyelidikan maupun penyidikan. Dan karena dugaan kerugian negara melebihi Rp. 1 Miliar, kita akan melaporkan hal ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena ini lebih sepadan untuk pekerjaan yang dananya hingga miliaran rupiah, kata Makmur. (Imran)
            

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top