• Home
  • Sumut
  • GMKI : Masyarakat Sumut Ingin Pemimpin Seperti Jokowi dan Ahok
Selasa, 7 Maret 2017 | 21:48:50

GMKI : Masyarakat Sumut Ingin Pemimpin Seperti Jokowi dan Ahok

Ist
Korwil I GMKI Sumut dan Aceh (kiri) dan Sekum PP GMKI (kanan).
PATROLINEWS.COM, Tapsel - Pemimpin dengan karakter bersih, tegas dan bekerja keras serta peduli sangat diidamkan masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Layaknya sosok Presiden RI, Ir Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjhaja Purnama atau Ahok yang dekat dengan rakyat, tipe pemimpin seperti ini juga dipercaya mampu membawa perubahan di daerah berbilang kaum muda ini.

"Progres kecerdasan masyarakat di Indonesia semakin baik. Mereka tidak lagi melihat pemimpin berbasis kultur tradisional seperti kesukuan dan agama, tapi mulai melirik dan mencari yang berbasis kerja dan kepedulian," kata Sekretaris Umum (Sekum) Pengurus Pusat (PP) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Alan Singkali kepada wartawan di Padangsidimpuan, Selasa (7/3/2017) pukul 11.00 WIB.

Kepercayaan itu juga berimbas positif pada calon pemimpin masa depan, karena telah diberikan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya dalam mengurusi hal-hal yang berbasis pada kepentingan rakyat. Hal itu terbukti dengan kemunculan Walikota Surabaya, Tri Risma Harini; Walikota Bandung, Ridwan Kamil; Gubernur Jambi, Zumizola; dan lain sebagainya.

"Jika pemikiran model lama masih dipertahankan, maka kemunculan mereka mungkin tidak ada. Nah, dengan kesempatan ini, maka orang muda yang peduli juga akan bermunculan," ujarnya.

Kaitannya dengan Sumut, pria asal Manado, Sulawesi Utara (Sulut) ini menyebut adalah provinsi yang layak disebut sebagai laboratorium keberagaman. Tak ada perbedaan mencolok dalam kulturisasi bermasyarakat. Meski demikian, Sumut punya tradisi negatif bersama Provinsi Riau. Kepala daerahnya merupakan langganan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berujung di penjara. Makanya, dalam kontestasi politik, semacam konvensi calon pimpinan partai atau yang akan diusung dalam pemilu, harus dimunculkan calon pemimpin berdasarkan keinginan rakyat, bukan para elit.

"Makanya kita lihat kemunculan sosok-sosok pimpinan daerah yang fenomenal, selalu atas desakan rakyat. Jika partai politik peka, maka mereka tidak memaksakan syahwat politik hanya atas dasar pertimbangan pragmatis. Partai politik harus rasional dan mendengarkan keinginan masyarakat," ujarnya.

Maka dari itu, sambungnya, sebagai daerah terbesar di luar Pulau Jawa, Sumut bersama Sumatera Selatan (Sumsel) adalah daerah dengan pola pikir masyarakat yang jauh lebih maju. Hal itu pula diyakini sebagai potensi diterapkannya konsensus dalam kepemimpinan sebagaimana yang sudah dilakukan di Maluku.

"Di daerah kami, (Maluku) yang dulu sempat bergejolak karena SARA, kini sudah menerapkan aturan tak tertulis tentang perioderisasi kepemimpinan yang bergantian antara suku dan agama. Umpamanya satu periode dipimpin oleh gubernur Kristen dan wakilnya Islam, periode berikutnya adalah pasangan Islam-Kristen. Nah, begitulah pola yang diterapkan di sana. Saya yakin, hal itu juga dapat diterapkan di Sumut," katanya.

Fenomena Ahok

Sementara Kordinator Wilayah (Kowil) I GMKI Sumut dan Aceh, Swangro Lumbanbatu menyebut bahwa fenomena Ahok membawa pengaruh signifikan bagi daerah lain. Pasalnya, hanya calon pemimpin yang dekat dengan rakyatlah yang akan dikehendaki untuk maju. Jika tidak, maka tak akan dipilih.

"Kualitas calon pemimpin itu ditentukan oleh seberapa dekatnya dia dengan rakyatnya, bukan yang banyak menebar spanduk dan menghadiri acara seremonial belaka. Tentu juga bukan karena dia berasal dari kelompok atau golongan tertentu," ujar alumnus Universitas Dharma Agung (UDA) yang kini sedang menjalani studi magister di Universitas Sumatera Utara (USU) ini.

Selain itu, dia juga menyebut, kriteria calon gubernur nantinya adalah sosok yang benar-benar bersih dari kasus hukum. Selain itu, juga dari kalangan muda dan enerjik.

"KPU dan KPK harus bersama menyeleksi para calon gubernur sehingga menghasilkan calon yang masih muda. Sehingga tak ada lagi mereka yang berdosa di masa lalunya memimpin daerah ini," pungkasnya. (Nando)


BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top