• Home
  • Sumut
  • Bangunan SD 112249 Hajoran Memperihatinkan
Jumat, 17 April 2015 | 22:47:00

Bangunan SD 112249 Hajoran Memperihatinkan

Nyawa Peserta Didik Terancam
Walaupun sudah direhab baru seumur jagung bangunan ini sudah memprihatinkan, yang dapat mengancam nyawa peserta didik.
Labusel - Pemerintah telah berupaya keras memperjuangkan dana pendidikan setiap tahun meningkat guna sarana pendidikan dapat diperbaiki seperti SD Negri 112249 Hajoran mendapat kucuran dana peruntukan rehab berat ruang kelas 1A,1B,3A dan 3B SD 112249 Hajoran desa Hajoran Kecamatan  Sei Kanan Labusel dari dana DAK TA. 2013 dengan nilai anggaran Rp. 250 jutaan yang dipercayakan kepada H.UN pelaksana dilapangan.

Hasilnya sangat mengecewakan baru seumur jagung sudah bocor dan berlubang dari awal pelaksanaan pekerjaan sudah terlihat menyalahi aturan. Kayu-kayu yang dipasangkan hanya kayu bekas. Asbes yang dipakai juga bekas hanya dicat saja. Itupun tidak sempurna,ujar guru AG pada media ini. Kekesalan Kepala sekolah Gabena Siregar juga disampaikan pada media ini, "Bila turun hujan  ruangan tergenang air. Peroses belajar mengajar terganggu dan kesehatan anak-anak juga terancam akibat kelembapan ruangan dan bajir", ujarnya. KIta juga khawatir bila kayu-kayu yang diatas sudah lapuk dan dapat jatuh menimpa siswa ketika didalam kelas", ujarnya menambahi.

Bagaimana bila terus-menerus seperti ini tampa adanya upaya pelaksana pekerjaan untuk memperbaiki. Tidak lama lagi gedung sekolah tak bisa ditempati. Masyarakat juga beranggapan pelaksana pekerjaan rehap berat pada SD 112249 Hajoran sangat nakal padahal Bupati Labusel H. Wildan Aswan Tanjung, SH, MH sudah menyerukan,"bersama membangun tanah kelahiran yang berkualitas".

Begitu juga disampaikan Hajoran Khoirul Ahyar Hasibuan (43) yang juga alumni SD Negeri 11249, "Saya ikut prihatin setelah melihat keadaan gedung sekolah sekarang ini. Jauh lebih baik tahun 1984 dibanding sekarang ini. Kami tidak pernah bocoran selama enam tahun, anehnya banyak anggaran dana pendidikan makin bobrok gedungnya", ujarnya. Dinas Pendidikan Labusel selaku pembina dan pengawas sekolah-sekolah harusnya serius dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pembangunan ataupun rehab-rehab untuk sekolah-sekolah. Tidak mungkin mereka tidak mengetahui kualitas bahan
yang dipakai oleh kontraktor tersebut, kasihankan anak-anak jadi terganggu belajarnya, ujarnya kepada aktualonline menambahi. (Lbs.01)

BERITA LAINNYA
Selasa, 16 Januari 2018 | 23:20:59
Oknum Satpol PP Asahan Diduga Lecehkan Profesi Wartawan
Senin, 15 Januari 2018 | 23:54:24
Gubsu Tengku Erry Bersyukur Miliki Ibu Yang Bertuah
Senin, 15 Januari 2018 | 23:39:25
Pemprovsu dan DPRDSU Bahas Ranperda Pendidikan
Kamis, 11 Januari 2018 | 22:46:45
Wagub Resmikan Huntara Pengungsi Sinabung
BERIKAN KOMENTAR
Top