• Home
  • Sumut
  • PNS Di Dinas PU Padangsidempuan Ramai-ramai Jadi Pemborong
Rabu, 30 November 2016 | 20:52:53

PNS Di Dinas PU Padangsidempuan Ramai-ramai Jadi Pemborong

Ali Imran
Salah satu proyek pembangunan yang dikerjakan oknum PNS di lingkungan Dinas PU Kota Padangsidimpuan , terletak di Jl.Sutan Sakondar Tano bato, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 499.200.000,-. Menurut pengawas pekerjaan jenis Peningkatan Jalan ini dikerjakan oleh PNS di PU bernama Kemal.
PATROLINEWS.COM, Padangsidimpuan - Di kantor Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD) Kota Padangsidimpuan ada beberapa pegawai negeri sipil atau ASN yang terindikasi jadi pemborong. Untuk menghindari tersandung peraturan, oknum PNS ini memakai orangnya sebagai pemilik perusahaan.

Ada yang menggunakan nama istrinya ada juga yang meminjam pakai perusahaan orang lain, demikian dijelaskan Ketua LSM Pemantau Kasus, Isar Sitanggang kepada Patrolinews, Rabu (30/11/2016) di Padangsidimpuan.

Dari beberapa nama PNS yang sering didengar di lapangan sebagai pemilik proyek tersebut diantaranya ada yang berinisial, K, M, J, S, Abd R dan R. Rata-rata diantara mereka memiliki posisi jabatan yang tajir di kantor ini.

Untuk tahun 2016 ini, pagu anggaran proyek yang mereka kerjakan berkisar Rp. 400 juta s/d Rp.500 juta. Pekerjaannya diupayakan dengan pengkondisian keuntungan yang "gemuk", seperti mencantumkan item pekerjaan yang bisa difiktifkan. 

Contohnya, sambung Isar, perencana sengaja membuat item pekerjaan Lapen dalam kontrak, sementara lapen dimaksud hanya lobang-lobang kecil, namun volumenya dibengkakkan (dimark-up).

Pekerjaan pembengkakan volume ini sulit dideteksi oleh tim pemeriksa karena akan ditutupi pekerjaan Hotmix. Sehingga memberikan peluang kepada pemborong untuk mencuri volume.

Kemudian, para PNS ini ditengarai juga mau membeli proyek dari orang-orang yang dapat jatah. Pembayarannya dilakukan dengan mengambil peresentase dari pagu proyek.

Efek terlibatnya oknum PNS bertindak selaku pemborong, akan terjadi pemborosan keuangan negara dan penurunan kwalitas pekerjaan, perencana, pemborong dan pengawas juga merupakan pegawai dari instansi terkait itu juga.

Menurut Isar, pihak penegak hukum harus membuka mata lebar demi menjaga tidak terjadinya kerugian negara. Lakukanlah penyelidikan dan periksa analisa anggaran yang dibuat dalam Rincian Anggaran Biaya (RAB), jelasnya.

Plt. Kadis PU Kota Padangsidimpuan Ir.Abd Rahim Nst saat dikonfirmasi mempertanyakan kebenaran isu tersebut, belum dapat dihubungi.

Sementara Sekretaris PU Raja, membenarkan bahwa Kemal memang sering disebut pelaku pemborongan, namun dia (Kemal-red) mengatasnamakan istrinya yang bertindak selaku direktur perusahaan. 

"Itukan syah-syah saja, kan bukan dia pemborongnya, melainkan istrinya," kata Raja seakan membenarkan keterlibatan Kemal bermain proyek.

Saat Kemal dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatannya dalam bermain proyek, malah dirinya menantang wartawan agar diberitakan secara besar-besaran.

"Silahkan saja buat beritanya besar-besar, ngapain lagi dikonfirmasi,jelas Kemal kepada wartawan seolah tak gentar dengan proses hukum yang akan menghadangnya. (Imran).

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top