• Home
  • Sumut
  • Proyek Hotmix Disamping Rumah Kadis PUD Amburadul, Pemborong Disebut-sebut Oknum PNS
Kamis, 17 November 2016 | 18:46:37

Proyek Hotmix Disamping Rumah Kadis PUD Amburadul, Pemborong Disebut-sebut Oknum PNS

Ali Imran
PATROLINEWS.COM, Padangsidimpuan - Pekerjaan Proyek Pembuatan Jalan di samping rumah Plt. Kadis PUD Kota Padangsidimpuan Ir. Abdul Rahim Nasution tampak amburadul. Selain tidak rata alias bergelombang, ketebalannya ditengarai tidak sesuai ukuran dan disebut-sebut dikerjakan oleh oknum PNS.

"Amburadulnya" pekerjaan senilai Rp. 500 jt ini dilihat dari hasil pekerjaan yang tampak kurang baik, seperti banyaknya banyak lobang pori badan jalan yang memberi rongga untuk masuknya air yang mempercepat kerusakan. Kemudian banyak terlihat agregat/sirtu hotmix yang berserakan tidak menyatu dengan badan jalan lainnya dan agregat/sirtunya juga terlihat terlalu kasar ada yang mencapai 1,5 cm s/d 2cm.

Selain material, tehnis kerja juga diduga dimainkan untuk mendapatkan keuntungan ganda buat pemborong. Seperti  lintasan mobil tandem yang dipergunakan untuk melicinkan dan meratakan badan jalan hanya dilakukan 3x lintasan saja. Alat penggetar dan air pendingin dari mobil tandem ini juga tidak dihidupkan saat dilakukan penggilasan. sehingga jalan tersebut tampak tidak rata/licin karena banyak terlihat bekas roda mobil tandem tersebut.

Menanggapi ukuran  ketebalan hotmix, salah seorang  pengawas dinas PUD Kota Padangsdidimpuan yang hadir saat pekerjaan itu berlangsung kepada wartawan mengatakan ketebalan hampar hotmix adalah setebal 6cm, dan hasil setelah digilas menjadi 5 cm, kenyataan dilapangan ternyata hotmix setelah dihampar hanya sekitar 3cm s/d 4cm setelah digilas.

Sedangkan untuk ukuran material sirtu /agregat  hotmix yang melebihi 1cm tersebut salah seorang perwakilan penjual hotmix dari AMP Rahmat S bermarga Rambe menyebutkan,itu karena terjadi kebocoran saringan agregat dan bahkan kerikil/agregat yang besar itu muncul saat karena batu lapen yang ada di bawahnya naik kepermukaan saat hotmix dihampar atau digilas pake mobil tandem.

Kemudian Rambe mengatakan, lintasan mobil tandem (mesin gilas dengan 6 roda belakang-red) hanya melintas 3x saja dalam  meratakan, melicinkan dan memadatkan hotmix setelah dihampar.

Diketahuinya proyek ini dikerjakan oleh oknum PNS, saat salah seorang pengawas tersebut keceplosan menjawab pertanyaan wartawan, dengan mengatakan pekerjaan ini dikerjakan oleh si Kemal (PNS Dinas PUD-red).

Karena sadar dia berbicara dengan wartawan, pengawas ini lantas meralat bahasanya, " bukan-bukan, ini milik istrinya".

Amatan Patrolinews, Kamis, (16/11/2016) pasca jalan selesai dikerjakan terlihat jalan tersebut tidak mulus dan kelihatan bekas-bekas roda mesin gilas tandem. Ini menandakan bahwa volume rolling mobil tandem tersebut kurang gilas, yang menurut kaidah tehnis seharusnya  8 putaran bolak-balik. Selain itu banyak material agregat hotmix yang berserakan atau tidak menyatu dengan hotmix lainnya. 

Trik Licik Pemborong Hotmix

Ketua LSM Pemantau Kasus Kota Padangsidimpuan Isar Sitanggang kepada wartawan menyebutkan,
Ada beberapa trik licik pemborong hotmix, pertama menghampar hotmix di bawah suhu 80 derajat celsus, tujuan agar ketebalan hotmix tidak susut saat digilas karena material hotmix sudah beku. Sehingga bisa menguntungkan pemborong dengan menghemat material hotmix dengan kata lain materialnya tidak banyak dipergunakan.

Kemudian agregat/kerikil bahan material untuk hotmix disengaja besar di atas 1cm, itu juga untuk mengurangi material aspal dan abu batu.

Selain itu, pemborong juga melakukan trik licik dengan mengurangi lintasan gilas mobil mobil tandem yang seyogyanya 8 kali lintasan bolak balik pasca dihampar, namun pemborong hanya melakukan 3x lintasan saja, hal ini juga agar tidak terjadi kesusutan pada material setelah hampar.

Mobil tandem yang dipergunakan untuk meratakan dan melincinkan jalan ini seharusnya menghidupkan mesin getar demi menjaga stabilitas kepadatan, namun pemborong bahkan ada yang nakal dengan tidak menghidupkan mesin getarnya.

Dari perbuatan itu, menghasilkan pekerjaan hotmix yang berpori besar, sehingga akan gampang rusak dimasuki air hujan. Dampak lainnya, ketidakpadatan hotmix akan menyebabkan kerusakan karena rongga ruang kosong dan akan menyusut saat sering dilintasi kenderaan yang tonasenya lebih berat dari tandem yang dipergunakan. (Ali Imran).

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top